Agenda yang digelar dengan kemasan budaya berupa tari dan perhelatan peragaan busana ini sebagai wujud kreatifitas warga Ponorogo yang di balut dengan budaya dan keanekaragaman tradisi.
Dalam kesempatan tersebut juga dipilih 10 top calender of events dari desa desa yang ada di Ponorogo. Dimana dalam even yang dipilih melekat dalam budaya dan tradisi yang mengakar sangat kuat.
Dalam sambutannya Bunda Lisdyarita mengungkap bahwa hanya Ponorogo yang dapat 2 penghargaan sekaligus dari UNESCO, sebagai kota kreatif dan penetapan reyog sebagain warisan budaya tak benda.
Bunda menekankan bahwa program ini bukan sekadar ajang seleksi kegiatan unggulan. Tapi wadah pembinaan dan promosi agar event daerah mampu tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi.
"Kharisma Event Ponorogo bukan hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku seni budaya, pelaku UMKM, serta masyarakat luas," ungkapnya
Dirinya menjelaskan dalam ekonomi kreatif yang digenjot dengan baik ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 6,7 persen.
"Bunda Ingin memastikan tidak hanya lestari tapi memberi manfaaat bagi ekonomi masyarakat" ungkap plt Bupati Ponorogo.
Dirinya berharap dengan penghargaan kepada Desa yang mendapat top ten calendee even menjadi penggerak pariwisata di daerah. "Tidak hanya ceremonial tapi kolaborasi daerah desa pelaku seni UMKM" harapnya.
Kedepan Bunda Lisdyarita berharap tidak hanya penghargaan kepada desa tetapi juga ada UMKM yg berjajar dan desa semua bisa tampil bangkit dalam memajukan ekonomi dan wisata Ponorogo. (jun/red)
Posting Komentar