Menurut pengakuan korban, terduga pelaku pelecehan adalah seorang oknum guru dan wali kelas berinisial MS yang sekaligus merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan Desa Bandar.
Korban mengaku selain dirinya ada 3-4 siswa lainnya yang menjadi korban, bahkan ada yang sejak duduk dibangku kelas 5 SD.
Modus yang dilakukan berbeda-beda awalnya sempat disuruh pulang terakhir saat siswa lainnya pulang dahulu, kemudian korban melakukan pelecehan saat sepi.
Selain itu MS juga mewajibkan semua muridnya untuk selalu bersalaman dengannya setiap ketemu. MS diduga membuat perencanaan, ia berada didapur saat siswanya mencarinya untuk bersalaman, dan saat tersebut digunakan untuk melakukan niat bejatnya.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu guru lainnya bahwa hal itu terjadi dan sudah dilaksanakan mediasi antara terduga pelaku, wali korban, komite, serta pihak sekolah.
Atas kejadian tersebut dilakukan mutasi ke sekolah lain.
Permasalahan kembali berlarut mengingat pelaku ternyata masih mengintimidasi para guru yang ada di sekolah asal.
Sebagaimana diungkap salah satu guru, bahwa pelaku sengaja mengembuskan bahwa adanya kasus tersebut hanya fitnah. Sehingga dirinya berani menyampaikan bahwa berusaha
Sementara MS terduga pelaku pelecehan kepada muridnya di SDN 1 Bandar, Pacitan saat dikonfirmasi kerumahnya, sedang tidak ada dirumah. Saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon diangkat oleh anaknya, dan mengatakan bahwa bapak tidak dirumah. (*)
Posting Komentar