Pemanggilan kali ini kembali dilaksanakan di gedung KPPN Madiun.
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Madiun," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Februari 2026.
Mayoritas nama yang dipanggil sudah tidak asing berkiprah di birokrasi Ponorogo diantaranya.
Para saksi yang dipanggil adalah anggota DPRD Kabupaten Ponorogo Relelyanda Solekha Wijayanti, Kepala BPKAD Ponorogo Agus Sugiarto, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Jatmiko Tjipto R, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur Indah Wahyuni, Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningrati.
Juga dari wiraswasta Susilowati yang merupakan istri Sugiri Sancoko dan Lutfi Khoirul Zamroni, Jamus Kunto Purnomo kepala dinas PUPR dan Besse Tenrisampeang kepala kesbangpol Ponorogo, serta ibu rumah tangga bernama Citra Yulia Margareta.
Nama citra Yulia Margareta adalah yang paling asing diantara deretan nama yang dipanggil KPK pada pemanggilan di kantor KPPN ini.
Ditelusuri tim redaksi ternyata Citra Yulia Margareta adalah warga Pacitan yang merupakan pengusaha sukses dan tinggal di Jakarta.
Ia dikenal sebagai salah satu kandidat calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pacitan periode 2025-2029.
Namun Citra Yulia Margaretha kalah tipis dari pesaingnya, Baginda Rahadian Pratama yang merupakan anggota DPRD Pacitan.
Dari oenelurusan citra Yulia Margareta ini memiliki akun Instagram @citrawirjawan yang sekarang dalam posisi terkunci. Dengan keterangan pada headernya seorang perempuan yang hoby bisnis, berpolitik dan main golf.
Publik masih menanti apa relevansinya Citra Yulia Margaretha yang merupakan warga Pacitan pengusaha sukses di Jakarta tapi menjadi saksi atau pihak terkait pada pendalaman kasus OTT KPK yang mengena kepada Sugiri Sancoko, Yunus Mahatma, Agus Pramono dan Sucipto. (Team/red)
Posting Komentar