PONOROGO,SW_ Forum Lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Muhammadiyah Ponorogo sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Pentingnya Revolusi Lagu Anak Untuk Membangun Generasi Beradab dan Berkemajuan".
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu (SDMT) di Jalan Jagadan Ronowijayan ini diikuti oleh ustaz dan ustazah dari berbagai unit TPA Muhammadiyah di wilayah Ponorogo. (15/02/2026)
Muhammad Rijal Hazam, SE Ketua Forum FPQM dalam sambutannya mengatakan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh peerta yang hadir di acara perdana di tahun 2026 ini, meskipun acaranya terkesan mendadak tetapi antusias peserta luar biasa dengan diikuti 53 peserta dari perwakilan lembaga TPA Muhammadiyah Ponorogo.
"Saya atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada panitia yang telah melaksanakan agenda ini dengan baik, dan juga kepada seluruh peserta yang hadir dengan jumlah 53 semoga dengan pelatihan dapat meningkatkan kualitas SDM Ustad-Ustadzah dalam mengembangkan kemampuan dakwah"
Sementara itu, wakil ketua PDM Ponorogo Drs. KH. Imam Mujahid, M.Pd dalam membuka acara sangat mengapresiasi kegiatan ini yang telah menghadirkan Kiai Cepu yang telah malang melintang di dunia dakwah seni budaya, semoga melalui kegiatan ini menambah ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing.
"Selamat datang Kiai Cepu di SDMT Ponorogo, sekolah ini salah satu sekolah favorit yang daftar inden 1 tahun, dan terimakasih atas kesediaan mengisi pelatihan ini di tengah kesibukan beliau yang padat. Harapannya pelatihan ini memberikan inovasi baru dalam metode pengajaran di TPA, agar santri tidak merasa bosan dan lebih cepat menyerap nilai-nilai akhlak melalui media lagu dan lirik yang baik.” Ujar Pengasuh Ponpes Al Hikmah Beton
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali beberapa keterampilan khusus, di antaranya: Teknik berkisah dasar, sebagai strategi membangkitkan imajinasi anak dengan ekspresi, Gerak dan Lagu: Koreografi sederhana untuk menunjang performa dakwah di depan kelas, serta, Gubahan Lirik: Mengubah lirik lagu populer anak-anak menjadi pesan Islami.
Adapun lagu-lagu yang digubah, dan direvolusi karena tidak sesuai dengan nilai pendidikan: 1.balonku ada 5 (hati kacau= mudah depresi) 2.menanam jagung (cangkul dalam salah tidak sesuai kenyataan) 3.pelangi2 (korupsi 4 warna) 4.burung kakak tua (tidak sopan membuli orgtua) 5.naik kereta api (ingin gratis dlm sgala hal)
Salah satu peserta, Alip Sugianto dari TPA Singosaren, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Selama ini kami hanya mengajar mengaji secara konvensional. Ternyata dengan lagu, suasana kelas jadi jauh lebih hidup dan menyenangkan," ungkapnya.
Tentu Dengan semangat kreativitas ini, diharapkan TPA bukan hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga pusat pengembangan karakter anak yang menyenangkan dan edukatif.
Posting Komentar