Kyai Cepu Pada Kajian LSB Ponorogo : Dakwah Itu Perlu Siasat Untuk Bisa Diterima

Kyai Cepu bersama Ki Hamim Suronoto pada agenda Kajian LSB Ponorogo

PONOROGO,SW_ Kajian Lembaga Seni Budaya PDM Ponorogo diisi oleh KH Husen Cepu.Ph.D. Agenda yang diselenggarakan di Joglo Paju kediaman Ki Sudirman ini berlangsung gayeng dengan dipandu oleh ketua Muhammadiyah Mbah Hamim alias Ki Suronoto, Ahad(15/2/2026) 

Pada kesempatan tersebut hadir jajaran pengurus LSB PDM Ponorogo beserta angkatan Muda Muhammadiyah Ponorogo. Kyai Cepu mengupas tuntas tentang keberadaan strategi dakwah dengan dipadu pada eksistensi budaya yang ada dan membedah keberadaan budaya yang hidup dipadu dengan Islam yang sering dipertanyakan oleh warga dalam penerapannya. 

Dirinya melihat adanya titik temu yang sebenarnya sejalan dan sama sekali tidak bertentangan dengan konsep dakwah Muhammadiyah. 

Justifikasi terhadap budaya yang sering dianggap jauh dari semangat islam disebut oleh Kyai cepu harus dijauhi bahkan itu sebenarnya sangat efektif untuk dipadu dengan semangat dakwah Muhammadiyah.

'Bahwa Muhamadiyah tugasnya memberi pencerahan, tidak melarang larang,dan akhirnya bisa bermuhammadiyah." Jelasnya. 

Kyai Cepu tegas menyebut bahwa agenda besar Muhammadiyah yang jadi prioritas adalah memperkuat agenda dakwah di akar rumput. 

"Isu di grassrood harus diselesaikan. Pendekatan dakwah muhammadiyah harus berubah." jelasnya di hadapan anggota LSB Ponorogo. 

Dirinya menyentil bagaimana sekarang adanya kemiripan antara salafi dan muahmmadiyah bahkan mereka cenderung disamakan padahal sangat berbeda. 

"Dakwah tidak boleh pendekatan fiqih. Tidak boleh kaku. Dakwah harus dengan ilmu dakwah. " terangnya. 

Disinggung adanya budaya yang berkembang yang hidup subur di masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sosial Kyai cepu menegaskan bahwa budaya dan agama mustahil bisa dipisah. Bahkan keduanya saling melengkapi dan bersinergi. 

Dirinya menyebut bahwa perlu strategi siasat agar keberadaan muhammadiyah semakin bisa berkembang lebih luas dan diterima seperti pada cara nabi berdakwah maupun Kyai dahlan dalam mengembangkan Muhammadiyah. 

"Pendekatan dakwah itu siasat bagaimana banyak kisah menyebut bahwa dengan budaya dan kearifan lokal yang dipelihara akhirnya muhammadiyah bisa hidup berkembang di wilayah yang awalnya sangat bertolak belakang" Ungkap Kyai Cepu.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :