PONOROGO,SW_ Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447H, warga Duwet Lor menggelar tradisi Megengan. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menjadi sarana spiritual sekaligus sosial bagi warga untuk saling memaafkan dan berbagi syukur.
Sebagai tokoh agama, Kyai Dzaini memimpin jalannya doa dan tahlil. Beliau menekankan bahwa Megengan adalah simbol kesiapan batin.
"Megengan ini adalah wujud rasa bahagia kita menyambut tamu agung, bulan Ramadhan. Intinya adalah sedekah dan doa untuk leluhur, agar kita memasuki bulan puasa dengan hati yang bersih," ujar Kyai Dzaini.
Nurcholis, selaku tokoh masyarakat, mengapresiasi kekompakan warga yang masih menjaga tradisi ini di tengah perubahan zaman.
"Kehadiran warga dari yang tua sampai yang muda di sini menunjukkan bahwa kerukunan di Duwet Lor sangat kuat. Ini adalah modal sosial kita untuk menjaga lingkungan yang harmonis," kata Nurcholis. (red)
Posting Komentar