Sanji Putra dari Eka Hernawa Raih Juara 1 Dalam Lomba Dalang Bocah Tahun 2026

PONOROGO,SW_ Dharmesta Juvenugroho Sanjiasworo yang akrab disapa Sanji dari SDN 1 Balong ,  berhasil menyabet Juara 1 Lomba Dalang Bocah ZAPO Competition 2026.

Usai menerima penghargaan, Sanji yang merupakan putra dari Eka Hernawa Widyaswara mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya atas capaian tersebut.

“Saya senang sekali bisa menjadi juara. Awalnya hanya ingin tampil sebaik mungkin. Terima kasih kepada guru-guru di sekolah, orang tua, dan bapak-bapak pembimbing di sanggar Ki Sentho, Ki Joko, dan Ki Sumanto yang selalu mendukung saya,” ujar Sanji dengan nada polos namun penuh semangat.

Ia mengaku bahwa mendalang telah memberinya banyak pelajaran berharga.

“Dari mendalang saya belajar sabar, berani tampil di depan orang banyak, dan memahami cerita wayang yang mengajarkan kebaikan,” tambahnya.


Disisi lain prestasi ini menegaskan bahwa seni tradisi masih tumbuh subur dan mendapat tempat di lingkungan sekolah dasar.

Di tengah dominasi lomba-lomba akademik dan keterampilan modern, Sanji tampil dengan keberanian memilih jalur seni budaya. Keputusannya menekuni dunia pedalangan justru mengantarkannya pada prestasi gemilang dan membanggakan, tidak hanya bagi sekolah dan sanggar, tetapi juga bagi masyarakat Ponorogo.

ZAPO Competition 2026 menghadirkan persaingan ketat dengan ratusan peserta dari puluhan sekolah se-wilayah Bakorwil Madiun. Lomba dalang bocah menjadi salah satu cabang yang menyedot perhatian karena menuntut kemampuan teknis, penguasaan cerita pewayangan, ketepatan vokal, serta kedewasaan dalam menyampaikan pesan moral kepada penonton.

Dalam penampilannya, Sanji tampil percaya diri dengan membawakan kisah pewayangan yang sarat nilai budi pekerti. Alur cerita disampaikan runtut, intonasi suara terjaga dengan baik, sementara ekspresi wayang dimainkan secara presisi dan proporsional. Penampilan tersebut mencerminkan kesiapan mental dan kematangan teknik yang melampaui usianya.


Keberhasilan Sanji tidak lepas dari proses panjang latihan dan pendampingan yang konsisten. Selain mendapatkan pendidikan formal di sekolah, ia juga aktif berlatih di Sanggar Seni Pedalangan Pasopati, tempat bakat dan minatnya diasah secara berkelanjutan.

Pembina Sanji, Ki Sentho Yitno Carito, menilai prestasi tersebut sebagai buah dari kesungguhan dan kedisiplinan.

“Sanji memiliki kemauan belajar yang tinggi. Ia tekun mengikuti latihan dan mau mendengarkan arahan. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan lomba, tetapi bagian dari proses menanamkan kecintaan pada seni pedalangan dan budaya bangsa,” tuturnya.

Menurut Ki Sentho, keberhasilan Sanji menjadi bukti bahwa seni tradisi masih diminati anak-anak jika dikenalkan dengan pendekatan yang tepat dan lingkungan yang mendukung. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk berani mengembangkan bakat seni sejak usia dini.

Prestasi yang diraih Sanji pun menjadi kebanggaan bersama dan diharapkan mampu menginspirasi sekolah, orang tua, serta komunitas seni untuk terus bersinergi dalam menumbuhkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa.(Jun/red) 





0/Post a Comment/Comments

Dibaca :