Komunitas profesi yang beranggotakan warga SH Terate identik dengan profesi diikuti kata Temu Rose. Mereka diantaranya ASN Temu Rose, TNI Polri Temu Rose, Kades Temu Rose, Camat Temu Rose, Perangkat Temu Rose, Lurah Temu Rose, Dewan Temu Rose
Secara harfiah Temu Rose berarti daun sirih yang urat daunnya bertemu atau simetris. Sebagaimana pada prosesi sah sahan bagi warga baru disyaratkan kepada siswa yang akan diangkat menjadi warga membawa suruh temu Rose untuk dikeceri atau ditetesi matanya dengan air suruh tersebut.
Namun secara filosofis Jawa dan Budaya ini melambangkan temu roso ( pertemuan rasa/ batin) perstuan keselarasan lahir batin serta jodoh yang sejati
Hal ini selain menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih mendalam juga dilakukan dengan semangat positif melebur dalam rangka melaksanakan aksi sosial maupun bentuk giat yang lain.
Sinergitas dan pembauran sesama kadang paseduluran ini secara naluri dibentuk mengingat sebagian anggota dari berbagai profesi pastinya ada banyak yang warga SH Terate.
Selain para kadang agenda HPN WTR yang diadakan di Balai Kecamatan Ponorogo kota ini juga menghadirkan kepengurusan Cabang Ponorogo dan juga Wiro Anom ( istilah untuk warga senior atau tingkat 2)
Kangmas Triyono kapolsek Balong yang merupakan warga SH Terate yang dituakan atau senior di tubuh Polri Ponorogo mengungkapkan dukungan penuh atas terselenggaranya even Hari Pers yang diadakan oleh Wartawan Temu Rose Ponorogo. Dirinya mengungkapkan sering mengadakan konsolidasi antar sesama warga SH Terate dalam suasana keakraban dan paseduruan sebagai wujud ikatan yang kuat.
'Kita bersama membaur dalam semangat persaudaraan untuk memberi manfaat lebih kepada masyarakat luas" ungkap Kangmas Tito Suharto yang juga berkesempatan hadir
Posting Komentar