Agenda yang digelar di desa Temon Arjosari ini membuktikan akan kwalitas dari gula aren atau gula semut yang bsangat baik yang diakui oleh dunia berasal dari wilayah Temon Arjosari Pacitan.
Dalam kesempatan pelepasan ekspor gula Aren sebanyak 8 Ton tersebut Menteri desa menjelaskan bahwa perlu perluasan dan peningkatan kapasitas dari produksi gula aren. Terutama pada perluasan lahan. Dirinya menyebut keberadaan gula aren asal Indonesia khususnya menguasai 80 persen pangsa pasar dunia.
"Kita harus terus kembangkan kwalitas dan kwantitas gula Aren dari Pacitan ini " jelasnya yang juga Politisi PAN
Sementara Mega selaku pendamping kelompok Gula Aren Pacitan menjelaskan bahwa keberadaan kapasitas gula aren 10 ton per bulan yang khusus berasal dari Temon Pacitan. Dirinya menjabarkan kwalitas gula aren ini sudah diakui dunia mengingat permintaan pasar juga sampai ke Belanda Australia dan juga Malaysia
"Dengan branding Gula aren temon organik berbeda dengan yang lain karena punya value, yaitu mengunakan cacahan temu lawak, untuk fermentasi dan prosesnya juga sudah sesuai standart" terangnyam
Dirinya menambahkan ada 400 petani di 5 desa yang merupakan penghasil gula aren dengan dilengkapi dapur petani untuk alat stainles higienis. Sehingga kedepan prospek pasar optimis jauh lebih baik.
Dr. H. Suli Daim menyampaikan salut atas kwalitas produk yang luar biasa atas Gula aren atau gula semut ini.
"Konsistensi produksi dan kwalitas produk harus dijamin untuk pasar yang harapannya semakin luas kedepannya. Sehingga keberlangsungannya juga akan terjaga." jelasnya
Anggota komisi E Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Timur ini melihat produk lokal yang mengglobal, produk unggulan desa harus terus dikembangkan dengan suport semua pihak untuk kesejahteraan desa dan petani yang ada.
Posting Komentar