Rudi menegaskan bahwa tidak ada saldo nasabah yang benar-benar hilang akibat error sistem. Pernyataan itu disampaikan usai pihaknya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap riwayat transaksi dan konfirmasi langsung kepada nasabah yang bersangkutan.
"Secara sistem, tidak ada saldo yang terpotong. Setelah kami telusuri, kejadian itu lebih kepada kesalahpahaman nasabah dalam mengingat saldo awal dan akhir,” ungkapnya
Dijelaskan oleh Rudi bahwa pihak BNI sudah memanggil nasabah yang berinisial WAS warga Singosaren untuk mengkonfirmasi duduk perkara yang terjadi.
" Kami tanya apakah benar ada transaksi yang gagal dan saldonya berkurang. Ternyata pihak nasabah mengakui tidak mengetahui persis atas saldo yang ada pada rekeningnya sebelum penarikan yang gagal tersebut" jelasnya.
Pihak Manajemen BNI menyadari bahwa biasanya nasabah gegabah dan bingung ketika gagal dalam transaksi di ATM padahal sistem bekerja dengan baik.
Rudy mengakui bahwa potensi gangguan dalam transaksi ATM tetap ada, meski sangat kecil—sekitar 0,05 persen. Gangguan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti jaringan terputus, uang di mesin ATM habis, atau kendala pada perangkat.
"Kalau pun ada error, sistem kami akan otomatis melakukan penyesuaian. Jadi kecil kemungkinan saldo benar-benar hilang,” tegasnya.
Posting Komentar