SMAN 1 Ponorogo Jelaskan Prioritas Sekolah Dalam Penerimaan Siswa Baru Melihat Komposisi Yang Sudah Ada

PONOROGO,SW_Pencerahan diberikan oleh humas SMAN 1 Ponorogo menyikapi polemik siswa yang diterima pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 khususnya pada jalur prestasi non akademik. 

Hal ini tidak lepas dari banyaknya wali murid yang mempertanyakan transparansi dari sekolah dalam menerima siswa didik baru. 

Dalam pertimbangan sekolah ternyata tidak semata-mata berdasarkan jumlah maupun nilai sertifikat tapi juga pertimbangan proporsionalitas dan prioritas sekolah. 

SMAN 1 Ponorogo menegaskan bahwa sistem penilaian tidak hanya bertumpu pada kuantitas maupun kwalitas prestasi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan komposisi bidang prestasi yang telah dimiliki sekolah.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Sekolah berupaya menjaga keseimbangan sekaligus melengkapi ragam prestasi yang dimiliki oleh siswa kelas XI dan XII.

Sekolah mencontohkan bahwa pada tahun ini diputuskan tidak ada jalur prestasi dari siswa dengan sertifikat dalang atau gamelan. Meskipun calon siswa baru punya prestasi nasional, karena di kelas VIII, dan IX sudah mencukupi bisa saja bidang tersebut tidak diambil dan mengambil bidang lain yang dianggap diperlukan. 

Jumlah kuota juga menjadi pertimbangan dalam sebaran siswa pada bidang prestasi non akademik yang diterima. 

" Untuk tahun ini siswa dari jalur non akademik sejumlah 13 jadi tidak serta merta nilai dan kwalitas sertifikat tinggi jadi jaminan bisa diterima "ungkap humas SMAN 1 Ponorogo. 

Bisa saja ada calon siswa dengan banyak sertifikat dan nilai tinggi, tetapi tidak diterima karena tidak masuk dalam skala prioritas. Sebaliknya, siswa dengan nilai lebih rendah tetap berpeluang jika bidang prestasinya dibutuhkan

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan persepsi publik bahwa sistem seleksi tidak sepenuhnya berbasis ranking nilai. Padahal, menurut pihak sekolah, perangkingan tetap dilakukan, namun berbasis pada dua variabel utama: kualifikasi sertifikat dan relevansi dengan kebutuhan prioritas sekolah.

Pihak SMAN 1 Ponorogo berharap masyarakat memahami bahwa sistem ini dirancang untuk kepentingan jangka panjang pengembangan sekolah dan siswa. Bukan untuk mengabaikan prestasi, tetapi untuk penataan secara proporsional dengan berbagai pertimbangan. 

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :