PONOROGO — Jumlah Penerima Manfaat (PM) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keniten 2 mengalami peningkatan menjadi 2.800. Penambahan ini salah satunya dipicu oleh masuknya PM dari sekolah yang sempat lama tidak terlayani oleh SPPG sebelumnya.
Kendati jumlah PM yang dilayani terus bertambah, hal tersebut belum disertai dengan penambahan honor bagi para relawan maupun karyawan.
Hal ini menjadi pemicu adanya masalah antara relawan dengan KSPPG sehingga memicu persoalan baru.
Salah satu relawan menyebut ada ungkapan kasar yang tidak pantas disampaikan dengan adanya permintaan honor naik. Tapi dari Kepala SPPG malah menyebut lebih baik mundur saja daripada tidak bisa mengikuti atura.
Muhammad Tisson, Kepala SPPG Keniten 2, dikonfirmasi Sabtu (29/8/2026) menjelaskan bahwa kebijakan honor relawan sangat bergantung pada efisiensi anggaran operasional dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) per periode.
"Penyusunan anggaran di SPPG dilakukan secara berkala per periode (10 hari). Penambahan PM yang terjadi di pertengahan periode membuat anggaran operasional tidak bisa langsung diubah begitu saja," ujar Tisson.
Terkait keluhan dan insiden adu argumen relawan di grup WhatsApp internal, pihak manajemen menegaskan bahwa peningkatan honor relawan masih dalam tahap pertimbangan dan koordinasi dengan pihak Korcam.
"Saat ini, Honor Harian Operasional (HHO) untuk relawan biasa berada di angka Rp115.000 per hari masuk" ungkapnya.
Kepala SPPG menyayangkan adanya oknum relawan yang dinilai memprovokasi rekan-rekan sesama relawan di ruang publik internal.
Manajemen berharap kondisi operasional tetap harmonis dan kondusif demi kelancaran pelayanan gizi kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut.
Posting Komentar