SMP IT Al Inabah Ponorogo Kembangkan Potensi Siswa, dari MC Hingga Juara Tapak Suci Jawa Bali


PONOROGO, SW_ Prestasi siswa tidak selalu lahir dari ruang kelas. Kemampuan berbicara di depan umum, seni tampil, hingga olahraga bela diri menjadi bagian dari potensi yang terus dikembangkan di SMP IT Al Inabah Ponorogo.

Hal tersebut terlihat dari kiprah sejumlah siswa SMP IT Al Inabah Ponorogo dalam berbagai kegiatan. Salah satunya Selma Wahyu Andira, siswi kelas 9, yang sukses menjalankan peran sebagai moderator sekaligus MC dalam kegiatan Pengajian Maulid Nabi dan Agustusan yang digelar di Rest Area Suryamart Babadan dan diselenggarakan oleh PCM Babadan Ahad (23/8/2026).

Penampilan Selma mendapat apresiasi karena mampu membawakan acara dengan percaya diri dan komunikatif. Kemampuan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana siswa diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan di luar bidang akademik.

Selain Selma, Nazid Mirza dan Deswita Putri Ardila juga sukses menuai pujian melalui penampilan mereka dengan tampilan Pencak Silat Tapak Suci yang dinilai memukau dalam berbagai kegiatan.

Prestasi Nazid bahkan berlanjut di bidang olahraga bela diri. Ia berhasil meraih juara dalam Invitasi Jawa-Bali Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Ponorogo, sebuah pencapaian yang semakin menunjukkan bahwa potensi siswa dapat berkembang ketika mendapatkan pembinaan dan ruang yang tepat.

Bagi SMP IT Al Inabah Ponorogo, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik atau pelajaran umum. Sekolah juga berupaya menggali, mengasah, dan mengembangkan kemampuan nonakademik yang dimiliki setiap siswa.

Sebagaimana disampaikan Afif Nur Wakhidi, S. Hi, kepala SMP IT Al Inabah Ponorogobahwa sejumlah siswa sebelumnya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar belum pernah merasakan prestasi tertentu dan bahkan belum mengetahui secara pasti potensi atau kelebihan yang mereka miliki.

Namun, setelah mendapatkan pembinaan dan kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan di SMP IT Al Inabah Ponorogo, potensi tersebut mulai terlihat dan berkembang.

Proses tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah, tetapi juga melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta pengalaman bermasyarakat.

Kolaborasi dengan LKSA Payamuba turut menjadi bagian dalam upaya mengoptimalkan potensi para siswa. Melalui kolaborasi tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang ekstrakurikuler sekaligus belajar terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

"Kita menilai setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengukur kemampuan melalui nilai akademik, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan kelebihan dirinya."

Dengan pola pembinaan tersebut, SMP IT Al Inabah Ponorogo yang berslogan Joyfull and Full Competance Learning berupaya mencetak siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga percaya diri, berprestasi, memiliki keterampilan, serta mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :