Teguh Wiyono Jelaskan Alasan Sebar Baliho Hari Jadi Ponorogo ke 530 dan HUT RI ke 81


PONOROGO, SW — Semangat membangun dan memajukan Kabupaten Ponorogo terus digaungkan di momentum Hari Jadi Ponorogo ke-530 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Teguh Wiyono, Ketua Umum Pusat Pengembangan Santri Indonesia, menegaskan tekadnya untuk terus mendorong Ponorogo agar semakin maju, tangguh, serta mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki daerah.

Kecintaan terhadap Ponorogo dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut salah satunya diwujudkan melalui pemasangan sejumlah baliho di berbagai titik strategis di pusat kota. Menurut Teguh, pemasangan baliho bukan sekadar simbol peringatan hari besar, tetapi menjadi bagian dari ekspresi kecintaan terhadap tanah kelahiran sekaligus pesan untuk terus membangun daerah.


“Ponorogo tercinta harus terus diperjuangkan agar semakin maju dan berkembang. Kecintaan kepada daerah harus menjadi dasar dalam setiap pengabdian,” demikian semangat yang disampaikan Teguh.

Sebagai Ketua Umum Pusat Pengembangan Santri Indonesia, Teguh melihat Ponorogo memiliki potensi besar sebagai kota santri. Warisan peradaban santri telah tumbuh dan tersebar di berbagai wilayah Ponorogo, sehingga menjadi modal sosial dan budaya yang sangat kuat bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendahulu.

Di sisi lain, Ponorogo juga memiliki kekayaan budaya berupa kesenian Reyog yang telah dikenal hingga tingkat dunia. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, mengembangkan, dan menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.

“Potensi religi dan budaya harus terus digali dan digerakkan. Keduanya bisa menjadi kekuatan besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo,” ujarnya.

Teguh menilai kecintaan terhadap daerah harus menjadi landasan utama dalam menjalankan pengabdian. Dengan kecintaan yang tulus, pembangunan diharapkan tidak dicampuri kepentingan atau niat yang dapat merugikan masyarakat.


Ia juga mendorong agar pencapaian Ponorogo sebagai daerah dengan tradisi pesantren yang kuat serta keberhasilan Reyog Ponorogo di kancah dunia tidak berhenti sebagai kebanggaan semata. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Momentum Hari Jadi Ponorogo ke-530, lanjutnya, harus menjadi refleksi bersama untuk melihat perjalanan panjang Ponorogo sekaligus membangun optimisme menghadapi masa depan.

Sementara itu, peringatan HUT RI ke-81 juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia, kreativitas, budaya, dan kekayaan daerah yang sangat besar. Seluruh potensi tersebut harus disatukan untuk mewujudkan bangsa yang semakin maju dan sejahtera.

“Semangat persatuan, kreativitas dan kecintaan terhadap bangsa harus terus dijaga. Kemajuan Indonesia harus dibangun dari kekuatan daerah, termasuk Ponorogo,” tegasnya.

Teguh berharap Hari Jadi Ponorogo ke-530 dan HUT RI ke-81 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga budaya dan tradisi, serta menggerakkan seluruh potensi masyarakat demi terwujudnya Ponorogo yang semakin maju, tangguh, sejahtera dan bermartabat.

Selamat Hari Jadi Ponorogo ke-530.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Ponorogo Maju, Indonesia Tangguh.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :