PONOROGO, SW_ Eskalasi politik menuju kursi Wakil Bupati Ponorogo semakin memanas. Pasca putusan perkara Sugiri Sancoko berkekuatan hukum tetap tanpa upaya banding, bursa nama yang disebut-sebut berpotensi mendampingi Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH mulai bermunculan.
Sejumlah tokoh mulai menunjukkan keseriusannya. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, praktisi pendidikan, politisi, pengacara hingga tokoh yang sebelumnya pernah terlibat dalam kontestasi politik Ponorogo.
Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah Teguh Wiyono, pengusaha sekaligus praktisi pendidikan. Teguh sebelumnya telah memperkenalkan dirinya kepada publik melalui berbagai pemberitaan media serta pemasangan sejumlah baliho di titik strategis, termasuk kawasan pusat kota Ponorogo.
Kemunculan baliho tersebut dinilai menjadi salah satu sinyal bahwa Teguh mulai membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat Ponorogo.
Nama lain yang ikut mencuat adalah Muhammad Harun Arrosid. Sosok ini juga disebut mulai masuk dalam radar bursa calon pendamping Lisdyarita. Dirinya pernah ramai jadi bahasan warga Ponorogo sebelumnya saat mendaftar sebagai bupati pada pilkada 2024 di DPC PKB Ponorogo
Kemudian ada nama M. Hasim, yang dikenal sebagai pengacara Sugiri Sancoko sekaligus pengusaha asal Ponorogo. Latar belakang hukum dan jejaringnya di daerah membuat namanya turut diperbincangkan dalam bursa tersebut.
Dari luar Ponorogo, muncul pula nama Citra Yulia Margaretha, pengusaha sukses asal Pacitan yang selama ini juga memiliki relasi dengan sejumlah kalangan di Ponorogo. Namanya belakangan ikut disebut sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam bursa.
Nama Bambang Tri Wahono juga kembali mencuat. Bambang bukan sosok baru dalam dinamika politik Ponorogo. Mantan kepala BPKAD Ponorogo. Sebelumnya, ia pernah bertarung dan membangun relasi politik bersama kubu Ipong Muchlissoni dalam kontestasi Pilkada Ponorogo 2019.
Sementara itu, dari jalur partai politik, muncul nama Eko Mulyadi yang disebut-sebut mendapat dorongan dari Partai Demokrat. Kades aktif desa karangpatihan Balong yang begitu piawai berkiprah di organisasi perangkat dan organisasi kepala desa tingkat nasional. Juga ramai jadi perbincangan
SIAPA PILIHAN LISDYARITA?
Dengan semakin banyaknya nama yang bermunculan, pertanyaan terbesar kini bukan lagi siapa saja yang siap maju, melainkan siapa sosok yang akhirnya akan diusulkan oleh Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH.
Sebab, nama-nama yang beredar tersebut pada akhirnya masih harus melewati proses politik dan mekanisme pengisian jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.
DPRD Ponorogo nantinya juga memiliki peran penting dalam proses penentuan Wakil Bupati. Karena itu, komunikasi politik antara eksekutif, partai politik dan legislatif diprediksi akan menjadi bagian penting dari tahapan selanjutnya.
Banyaknya nama yang mulai bermunculan menunjukkan bahwa kursi Wakil Bupati Ponorogo kini menjadi magnet politik tersendiri.
Apakah Teguh Wiyono, Harun Arrosid, Hasim, Citra Margaretha, Bambang Tri Wahono, Eko Mulyadi atau justru muncul nama baru yang selama ini belum diperhitungkan?
Publik Ponorogo kini tinggal menunggu satu hal: siapa nama yang akhirnya benar-benar diajukan dan mendapatkan dukungan DPRD untuk mendampingi Hj. Lisdyarita hingga akhir masa jabatan.
Bursa masih terbuka. Dan pertarungan politik untuk kursi orang nomor dua di Ponorogo tampaknya baru saja dimulai.
Posting Komentar