PONOROGO, SW_ Yayasan Berkah Srikandi Abadi bersama Yayasan Wadah Titian Harapan menyalurkan bantuan sarana berupa kandang ayam kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo pada Rabu (9/9/2026).
Ceremonial penyerahan ini dihadiri ketua yayasan Berkah Srikandi Abadi Sugeng Hariono, ST, Bendahara Yayasan Wadah Titian Harapan Ibu Retnaning Tyas dan diterima langsung oleh Agung Nugraha Karutan kelas IIB Ponorogo didampingi plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita,SH.
Penyerahan bantuan ini ditujukan untuk mendukung program pembinaan kemandirian serta keterampilan kewirausahaan bagi para warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman di rutan tersebut.
Ketua Yayasan Berkah Srikandi Abadi H. Sugeng Hariono, S.T., menyampaikan bahwa aksi sosial ini didasari oleh semangat kepedulian antarsesama dan energi positif untuk saling berbagi manfaat.
"Komitmen kami bersama Yayasan Wadah adalah sekali hidup harus bermanfaat untuk sesama," ujar Sugeng dalam sambutannya.
Ia menuturkan, ide pemberian bantuan sarana peternakan ayam ini berawal dari pengamatannya saat berkunjung ke Rutan Ponorogo.
Melihat potensi pembinaan yang ada di bawah naungan jajaran Rutan Ponorogo, Sugeng tergerak untuk menghadirkan sarana pelatihan yang dapat dirasakan manfaatnya secara jangka panjang.
Sugeng berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan selama berada di dalam rutan, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi para warga binaan ketika nanti bebas dan kembali ke tengah masyarakat.
"Harapan kami, warga binaan yang mengikut pelatihan ini kelak saat bebas bisa melanjutkan usahanya. Kami akan siap membersamai mereka untuk mewujudkan harapan tersebut," tambahnya.
Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Agung Nugraha, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kolaborasi serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat.
"Terima kasih atas kedatangannya dan bantuan hibah kandang modern ini. Rencananya kandang tersebut akan kami gunakan untuk mendukung pembinaan kemandirian warga binaan," ujar Agung dalam sambutannya.
Agung menjelaskan bahwa kandang modern tersebut nantinya akan difungsikan untuk membudidayakan sekitar 900 ekor ayam pejantan. Pemilihan jenis ayam pejantan ini dilakukan setelah mempertimbangkan teknis perawatan dan regulasi internal rutan.
"Awalnya direncanakan untuk ayam broiler. Namun, karena proses broiler membutuhkan pengawasan intensif 1x24 jam yang sulit disesuaikan dengan aturan kami, akhirnya disepakati diganti menjadi ayam pejantan," jelasnya.
Selain sebagai wadah pelatihan keterampilan bagi warga binaan, program budidaya ini juga diselaraskan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita Presiden.
Agung turut mengapresiasi peran aktif Plt. Bupati Ponorogo dan jajaran pemerintah daerah setempat yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan di Rutan Ponorogo, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, hingga literasi perpustakaan.
Saat ini, Rutan Ponorogo telah memanfaatkan seluruh area lahan yang ada untuk sektor ketahanan pangan, meliputi budidaya ayam, bebek, perikanan, hingga sektor pertanian. Agung berharap sinergi antara Rutan Ponorogo, pemerintah daerah, dan pihak swasta dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Retnaning Tyas selalu Bendahara Wadah Titian Harapan mengapresiasi suasana serta semangat positif yang tercipta di lingkungan Rutan Ponorogo. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mewujudkan rencana kemandirian serta pemberdayaan bagi warga binaan secara berkelanjutan.
“Kami berharap apa yang dihibahkan bisa menjadi rencana yang indah untuk pembinaan kemandirian dan pemberdayaan warga binaan Rutan Ponorogo. Harapan kami, setelah mereka keluar dari sini, mereka memiliki keahlian atau sesuatu yang bisa dikerjakan untuk keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Retnaning Tyas.
Posting Komentar