PONOROGO,SW_ Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nologaten terpaksa dihentikan sementara (suspend) oleh pihak Koordinator Wilayah (Korwil). Langkah ini diambil akibat kekosongan posisi kepala unit yang belum kunjung terisi setelah pejabat lama mengundurkan diri.
Dampak dari penangguhan ini merembet ke sejumlah penerima manfaat program. Beberapa lembaga pendidikan yang menggantungkan pasokan pasokan gizi dari SPPG Nologaten, di antaranya SD Ma'arif dan SDN 3 Bangunsari, untuk sementara tidak dapat menerima layanan.
Pengunduran diri kepala unit lama, Sandi Mulya, dikarenakan kendala kesehatan yang membuatnya tidak dapat menjalankan tugas secara optimal. Pihak internal sebenarnya telah mengajukan permohonan penggantian pejabat ke pusat.
Namun, calon pengganti yang sempat diproyeksikan dari Kalimantan akhirnya juga mengundurkan diri sebelum resmi bertugas. Calon tersebut mengundurkan diri karena alasan keluarga, sehingga proses pergantian kepemimpinan kembali membentur jalan buntu.
Secara administrasi, posisi kepala unit sebenarnya masih terikat atas nama pejabat lama karena proses transisi dan rekrutmen yang belum tuntas.
Pihak mitra yaitu Danu menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti tidak ada upaya perbaikan, melainkan adanya hambatan proses konsolidasi dan penyesuaian di tingkat pusat.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai tanggal pasti SPPG Nologaten akan beroperasi kembali. Pihak-pihak terkait masih menunggu keputusan dan penunjukan kepala unit baru dari pusat agar distribusi layanan gizi bagi sekolah-penyokong dapat berjalan normal kembali.
Sementara Koordinator Wilayah SPPI MBG Kabupaten Ponorogo, Winda Martha Pratiwi, membenarkan penghentian sementara operasional SPPG Nologaten.
Menurutnya, aktivitas pelayanan belum dapat kembali berjalan karena masih menunggu Surat Keputusan (SK) penempatan Kepala SPPG yang baru.
Posting Komentar