PONOROGO,SW— MAN 2 Ponorogo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan meriah. Acara yang dihadiri plt Kepala, Kasi Pendam Kemenag unsur Muspika Ponorogo dan seluruh civitas akademika madrasah.
Agenda iini menghadirkan agenda selawat bersama Gus Ulil serta tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Sholihin, Senin (14/9/2026)
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Ponorogo, Agung Drajatmono, M.Pd., menyampaikan pentingnya memperbanyak selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Salah satu cara memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu kita harus banyak berselawat. Karena itulah, saat ini kita mengundang Gus Ulil supaya nanti kita bisa berselawat bersama secara baik,” ujar Agung Drajatmono.
Selain lantunan selawat, kegiatan ini juga diisi dengan pengajian untuk memperdalam nilai-nilai keteladanan Nabi. Agung berharap seluruh rangkaian acara—mulai dari selawat hingga ceramah agama oleh Kyai Hj. Sholihin—dapat disimak dengan tekun oleh seluruh peserta didik.
“Hari ini kita berselawat dan kita mendengarkan pengajian, alhamdulillah. Semoga dari awal hingga akhir nanti kita bisa mengikuti dengan baik, bisa mengikuti dengan khidmat. Saya berharap siswa-siswi MAN 2 Ponorogo jangan ramai, nggih. Ikuti dengan baik,” jelasnya.
Agung berharap melalui kegiatan ini, keluarga besar MAN 2 Ponorogo diharapkan dapat mengambil hikmah peringatan Maulid Nabi serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara plt kepala Kemenag Ponorogo, Thohari menekankan tiga poin utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW:
yaitu memperkuat Rasa Cinta kepada Rasulullah SAW. Peringatan Maulid menjadi momen untuk mempertebal rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan selawat dan doa, dengan harapan memperoleh syafaat di hari akhir.
Meneladani Akhlak Nabi sebagai wujud rasa cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan mencontoh akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga dan meningkatkan disiplin salat berjemaah.
Dan mencetak generasi berakhlak mulia, dengan meneladani ajaran Nabi, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah.
Posting Komentar