Dr. H. Suli Daim, MM : Sangsi Tegas, Jika Penerimaan Siswa Baru Ajang Bisnis Sekolah

Dr. H. Suli Daim  anggota komisi E DPRD Jawa Timur, saat sidak penerimaan siswa baru di Ponorogo


Ponorogo,SW_ Di masa penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025 ini menjadi perhatian tersendiri bagi Dr. H. Suli Daim S.Pd,MM. Dirinya yang merupakan anggota Komisi E, DPRD Provinsi Jawa Timur ini memperingatkan bahwa sekolah tidak boleh berbisnis berkenaan dengan administratif kesiswaan maupun kebutuhan yang berhubungan dengan siswa baru. 

Mengenai harga seragam atau istilah iuran dengan aneka ragam rincian sekarang harus terbuka transparan dan bisa di pertanggung jawabkan jelasnya ketika di konfirmasi suara wilayah.com (1/7/2025). 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PAN ini menambahkan untuk menerapkan nilai yang wajar bahkan kalau bisa di bahwa harga pasaran untuk seragam karena pembelian seragam dalam jumlah besar. Ini juga dalam rangka membuktikan bahwa sekolah tidak sedang berbisnis dengan siswanya. 

Dr. H. Suli Daim mengharap juga tidak ada paksaan dalam pembelian seragam di sekolah. 

"Sudah berkali-kali kami mengingatkan pada Diknas agar SMAN/ SMKN saat penerimaan murid baru tidak mengharuskan membeli seragam dan segala yang menyertai di sekolah atau di koperasi sekolah. Biarkan mereka bisa menentukan pilihan harga yang sesuai kemampuan atau mungkin bisa menggunakan seragam saudaranya." Jelasnya

Dirinya bersama Komisi E menerima pengaduan bagi orang tua wali murid jika sekolah masih melakukan kewajiban membeli seragam di sekolah. 

"Sambil menunggu laporan dari beberapa daerah komisi E akan meminta penjelasan dari kepala dinas pendidikan jika itu masih saja terjadi." imbuhnya. 

Suli Daim berharap kepada kepala dinas pendidikan di wilayah Jawa Timur untuk memberi sangsi bila ditengarai ada sekolah yang menjadikan ajang bisnis seragam atau perlengkapan sekolah dengan dalih koperasi sekolah. 

"Saya minta Kepala Dinas memberikan sangsi yang tegas kepada sekolah, jika ditemukan dan terbukti sekolah memanfaatkan SPMB sebagai sarana bisnis mencari keuntungan dengan dalih koperasi sekolah." pungkasnya. ( jun/red) 

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :