PONOROGO, SW_ Komposisi tiga besar calon pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali menarik perhatian.
Setelah proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo sebelumnya melahirkan nama Agus Sugiharto yang merupakan dari kalangan alumni pendidikan pemerintahan, kini dominasi alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali terlihat dalam seleksi enam jabatan eselon II.
Pemkab Ponorogo membuka seleksi untuk enam posisi JPT Pratama. Masing-masing jabatan sudah masuk seleksi pada tiga nama, sehingga terdapat 18 kandidat yang masuk tahap akhir seleksi.
Dari enam formasi tersebut, berdasarkan penelusuran latar belakang pendidikan para kandidat, terdapat delapan nama yang disebut merupakan alumni IPDN dan tersebar pada lima formasi.
Sementara itu, posisi Direktur RSUD dr. Harjono menjadi satu-satunya formasi dari enam jabatan tersebut yang tidak terdapat nama alumni IPDN dalam tiga besar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: setelah posisi Sekda, apakah jabatan eselon II di Ponorogo juga akan banyak diisi oleh alumni IPDN?
Delapan nama alumni IPDN
Berikut nama-nama yang masuk tiga besar dan disebut sebagai alumni IPDN:
1. Kepala DPMPTSP
- Etik Mudarifah – Sekretaris DPMPTSP.
- Toni Khristiawan – Camat Kauman.
2. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Erni Haris Mawanti – Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah.
- Hadi Priyanto – Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah.
3. Kepala Dinas Tenaga Kerja
- Hadi Rustiyono – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.
- Setiyo Hari Sujatmiko – Camat Sukorejo.
4. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,
- Shandra Aji Hidayanto – Camat Ponorogo.
5. Kepala BPPKAD
- Luhur Apidianto – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Dengan demikian, delapan nama tersebut tersebar pada lima formasi yang disebutkan di atas.
Masuk tiga besar belum berarti seseorang otomatis ditetapkan sebagai pejabat definitif. Ketiga nama pada masing-masing jabatan merupakan kandidat akhir yang masih menjadi bagian dari proses penentuan satu orang untuk menduduki jabatan eslon II atau kepala dinas.
Karena itu, dominasi alumni IPDN dalam daftar tiga besar lebih tepat dibaca sebagai komposisi kandidat pada tahap akhir seleksi, bukan sebagai hasil akhir pengisian jabatan.
Fenomena banyaknya alumni IPDN yang masuk tiga besar tentu menjadi perhatian tersendiri. Apalagi dari enam jabatan yang dilelang, delapan kandidat alumni IPDN tersebar pada lima formasi.
Kini perhatian publik tertuju pada tahapan berikutnya: siapa yang akhirnya ditetapkan menduduki enam kursi JPT Pratama tersebut?
Apakah komposisi akhir pejabat eselon II Ponorogo nantinya juga akan memperlihatkan dominasi alumni IPDN, atau justru menghasilkan konfigurasi yang berbeda?
Jawabannya akan terlihat setelah proses penetapan dan pelantikan pejabat definitif dilakukan.
Posting Komentar