"Dikarenakan jarak jauh dan anak belum punya SIM maka sekolah berinisiatif dengan menggunakan transportasi sewa ELF. Karena tahun kemarin, anak mengambil sendiri menggunakan motor ada yang kecelakaan dan tidak bisa masuk sekolah beberapa minggu."jelasnya.
Kartono mengungkap setelah pulang, dana PIP anak-anak sebagian dititipkan kepada pendamping untuk pembayaran sesuai kesepakatan wali murid atau rapat pleno, jika mendapat bantuan PIP, digunakan untuk membayar seragam dan SPP, sesuai notulen rapat pleno wali murid (bukti rapat pleno ada).
Dengan dititipi itu sekolah akan segera mengundang wali murid untuk membuat kesepakatan ulang tentang penggunaan PIP yang sebagian dititipkan pendamping. Sudah bertahun-tahun SMA kami tidak menarik iuran.
"Dengan kesalahpahaman salah satu orang tua tersebut yang mengupload di media sosial, maka kami pihak sekolah:Pihak sekolah meminta maaf kepada masyarakat. Dengan ini uang PIP yang dititipkan kepada pendamping, semuanya sudah kami kembalikan kepada anak" ungkapnya.
Penyerahan ini disaksikan oleh semua guru, Tokoh Masyarakat, kepala Desa Baosan Kidul (Bpk. Dzulhijah Fajar), Dan kami mohon maaf khususnya wali murid karena belum adanya waktu untuk rapat ulang, uang yang dititipkan kepada pendamping kami kembalikan ke murid, walaupun keputusan rapat pleno, dana PIP sebagian dibuat bayar seragam dan SPP selain untuk uang saku anak.
Kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas masukan, saran kepada semua pihak demi baiknya lembaga atau sekolah kami.
Mengklarifikasi dengan penahanan ijazah itu "tidak ada kata penahanan". Semua alumni yang lulus kami layani untuk mengambil ijazah, sebagian besar siswa sudah mengambil.
Adapun beberapa anak yang belum mengambil sudah diberitahukan untuk segera diambil melalui WhatsApp group alumni, adapun kendala yang belum mengambil sebagian anak kerja di luar kota sebelum terbit ijazah.
Hal diatas disampaikan untuk menjadikan semua pihak memahami dengan harapan dapat dipahami dengan sebaik-baiknya.(jin/red)
Posting Komentar