Anggota Fraksi PAN DPRD Prov Jawa Timur ini berharap agar sekolah melakukan penguatan layanan BK dan Psikolog Sekolah: Memastikan setiap sekolah memiliki guru BK yang kompeten dan responsif, serta bekerja sama dengan psikolog klinis untuk penanganan siswa berisiko tinggi.
"Pelatihan Identifikasi Dini (Warning Signs) Melatih guru untuk mengenali perubahan perilaku drastis, isolasi diri, atau pernyataan putus asa dari siswa sebagai tanda awal risiko bunuh diri." jelasnya
Dirinya berharap agar kampanye Kesehatan Mental dan Anti-Stigma untuk mengedukasi lingkungan sekolah (guru, siswa, orang tua) untuk menghapus stigma negatif terhadap masalah kesehatan mental, sehingga siswa berani mencari bantuan.
Kurikulum Keterampilan Hidup (Social-Emotional Learning) yaitu mengintegrasikan pendidikan emosional untuk mengelola stres, ketahanan diri (resiliensi), dan penyelesaian masalah (coping mechanism) ke dalam kurikulum.
Hal lain yang disarankan adalah melakukan protokol tanggap darurat dan Jejaring Rujukan untuk menyusun SOP yang jelas jika terjadi krisis, serta menyediakan akses mudah ke layanan kesehatan jiwa/kontak darurat (hotline) bagi siswa yang membutuhkan.
"Dengan langkah-langkah ini, diharapkan lingkungan sekolah di Jawa Timur menjadi tempat yang aman dan suportif bagi kesehatan mental siswa." pungkasnya.
Dr. H. SULI DA'IM, SM.S.PD.MM.
1. Anggota Komisi E DPRD Jatim.
2. Ketua IKA UMSURA
3. Mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim
Posting Komentar