Ecoenzim dan Pupuk Jadi Produk Sisa Limbah SPPG Bajang Mlarak Ponorogo

PONOROGO,SW_ Pengolahan limbah di SPPG Bajang Mlarak Ponorogo patut diapresiasi. Hal ini tidak lepas dari olahan limbah sisa pembuangan maupun sortir dari bahan yang tidak layak dari menu yang disajikan. 

"Kita proses limbah dengan standart IPAL dan untuk bahan sisa buah, sayur, hingga makanan yang tak lagi layak konsumsi, diolah menjadi produk ramah lingkungan bernilai guna." ungkap Yuatina Sri Indah Saptaningtyastuti, ahli gizi di SPPG Bajang Mlarak pada Senin(6/4/2026) 

Ia memanfaatkan buah-buahan yang kurang layak konsumsi menjadi eco enzim—cairan serbaguna yang mampu membersihkan saluran air secara alami sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

"Posesnya sederhana. Buah dipotong kecil, dicampur air dan gula, lalu difermentasi dalam botol. Secara berkala dibuka untuk mengeluarkan gas. Setelah itu, eco enzim siap digunakan,” ujarnya. 

Eco enzim terbukti mampu mengurai lemak yang menumpuk di saluran pembuangan. Dengan penggunaan rutin, saluran air menjadi lebih lancar tanpa bahan kimia.

Sisa makanan dan sayuran juga diolah menjadi pupuk organik. Produk ini bahkan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk pemupukan tanaman. Praktik ini memastikan tidak ada limbah yang terbuang percuma.


Kepala SPPG Bajang Mlarak, Nahidl Diyan Ilahiy, menyebut inovasi ini sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang berkelanjutan. Sejak mulai beroperasi pada 28 Februari 2026, SPPG ini telah melayani sedikitnya 1.680 penerima manfaat di wilayah Bajang dan Mlarak.





0/Post a Comment/Comments

Dibaca :