Salah satu tanggapan muncul dari Gatot Saiman. Dirinya menyebut bahwa yang paling masuk adalah calon wakil bupati yang mendampingi Hj. Lisdyarita adalah dari luar partai.
Gatot Saiman yang akrab dipanggil Gasak menilai melihat banyaknya partai pendukung yaitu 7 partai dengan jumlah 35 kursi pastinya untuk mengerucutkan nama dari salah satu partai sulit, terlebih tidak ada tokoh dominan di antara mereka yang mampu merangkul semua.
"Nama dari non partai ini adalah alternatif untuk bisa merangkul seluruh partai pengusung" ungkapnya di konfirmasi di Warung Rakyat Nggadek Plalangan ahad (25/7/2026).
Baginya yang menjadi faktor utama dari calon wakil bupati setelah penetapan Hj. Lisdyarita menjadi bupati Ponorogo adalah pendekatan pada semua tokoh partai pengusung.
Kemampuan merangkul dan meyakinkan semua partai politik ini penting mengingat bagaimanapun calon wakil bupati diajukan oleh bupati untuk disetujui oleh seluruh partai ke paripurna DPRD Kabupaten.
Gasak menyebut calon wakil yang terpilih harus bisa meyakinkan bahwa adanya pengisian jabatan tersebut tidak berdampak negatif yaitu berkurangnya jumlah kursi pada pemilu mendatang khususnya bagi partai pendukung.
"Jika wakil bupati dari satu partai, partai yang lain tentu ada kekhawatiran, akan tergerus kursinya di pemilu selanjutnya." jelasnya.
Dirinya juga melihat trend kompetisi antara bupati dan wakil bupati definitif di akhir masa jabatan harus menjadi perhatian.
Hal ini tidak lepas dari atmosfir yang memanas terlebih jika pada periode selanjutnya baik bupati atau wakilnya sama sama akan maju menjadi calon bupati.
Gatot Saiman tidak menampik kosongnya jabatan wakil bupati sampai akhir periode bupati Lisdyarita.
"Tapi kita juga harus melihat gambaran kemungkinan tidak ada wakil sampai akhir. Ini berkaitan dengan negosiasi yang alot dari masing masing partai. " jelasnya
Ini tidak lepas dari sikap hati hati yang dilakukan oleh partai politik terhadap komitmen mendukung calon yang diusung.
Adanya sorotan ke partai dan ke calon menjadi pertimbangan dalam mengambil sikap hati hati.
"Pastinya ada kesepakatan calon yang diusung, tidak lepas dari deal politik bahkan bisa jadi transaksional. Bila mampu meyakinkan tingkat keamanan dan kerahasiaannya bisa saja diambil. Tapi ini juga menjadi perhatian khusus oleh oleh penegak hukum maupun lembaga anti rasuah "imbuhnya.
Gatot menyebut dalam pengisian wakil bupati ini tidak butuh kemampuan dalam menggait atau menebar simPATI pada masyarakat. Karena cukup dengan deal dengan bupati dan dewan pastinya sudah selesai.
Mengenai kemampuan dipastikan mampu karena ini bukan kompetisi ini tidak ada faktor pilihan dari masyarakat.
"Ini hanya menyoal etung etungan dengan petinggi partai" pungkasnya
Posting Komentar