Agus Salim Resmi Dilantik Jadi Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Siap Bangun Sinergitas Kordinasi Untuk Kemajuan Sekolah


Agus Salim ( Kiri) mendapat SK Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo periode 2026-2030 dari Dr. Sutejo Ketua YPLP PGRI Ponorogo


PONOROGO,SW_ ​Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PGRI) Pusat secara resmi menetapkan pengangkatan kepala sekolah baru untuk satuan pendidikan PGRI di wilayah Jawa Timur. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan tertanggal 10 Agustus 2026 yang ditetapkan di Jakarta.

Prosesi Penyerahan SK ini dilaksanakan di aula SMK PGRI 2 Ponorogo ini diikuti oleh Pengurus PGRI Ponorogo, YPLP PGRI Ponorogo, Keluarga HS. Pirngadi, BA selalu penjamin mutu, Ketua Komite SMK PGRI 2 Ponorogo dan seluruh jajaran guru dan karyawan. kamis (20/8/2026) 

​Dalam keputusan tersebut, Agus Salim resmi diangkat sebagai Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo. Pengangkatan ini menjadi bagian dari perombakan dan penyegaran kepemimpinan kepala sekolah jenjang TK, SMP, SMK, hingga SLB PGRI di beberapa wilayah Jawa Timur, mencakup Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Surabaya.


Pengurus PGRI Ponorogo bersama penjamin mutu keluarga HS Pirngadi, BA dan Komite SMK PGRI 2 Ponorogo


​Melalui keputusan tersebut, YPLP PGRI Pusat menugaskan pejabat yang dilantik untuk melaksanakan pengelolaan dan pengembangan satuan pendidikan secara optimal. Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan sekolah PGRI yang unggul, berdaya saing tinggi, serta bermanfaat dan diberdayakan oleh masyarakat.


Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo yang baru dilantik, Agus Salim, S.Kom., menegaskan komitmennya untuk membawa sekolah tersebut ke arah yang lebih baik melalui peningkatan mutu pendidikan dan penguatan sinergi seluruh elemen sekolah. 

Dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin SMK PGRI 2 Ponorogo. 

Ia menekankan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan komitmen penuh dari semua pihak.

Ruskamto tengah bersama pengurus PGRI Kepala dan Komite SMK PGRI 2 Ponorogo


​"Sebagai sekolah swasta, kita bergerak dinamis di tengah kompetisi yang ketat. Oleh karena itu, saya mohon dukungan, kerja sama, dan sinergi dari seluruh rekan-rekan guru, komite sekolah, serta seluruh komponen yang ada di sekolah ini," ujar Agus Salim.

​Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga keselarasan visi dan misi kegiatan, memperkuat nilai-nilai khas sekolah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada siswa dan orang tua. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun karakter yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah.

​Sebagai bentuk keterbukaan, pihaknya berkomitmen untuk selalu membuka pintu komunikasi demi kemajuan bersama dan pencapaian prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.


Sementara Ketua YPLP PGRI Ponorogo Dr. Sutejo mengingatkan pentingnya meneladani sejarah kepemimpinan Islam serta ajaran budaya Jawa, khususnya nilai-nilai Astabrata bagi seorang kepala sekolah: yaitu Bumi dimana pemimpin harus memiliki jiwa bumi, yang menjadi tempat tumbuh dan hidup bagi segala sesuatu di bawahnya. 

Matahari yaitu sumber panas dan cahaya yang menyinari sekaligus menghidupkan. ​Air mengalir di sela-sela lekuk tantangan dan mampu berbuat adil kepada siapa saja yang dipimpinnya.

​Bintang yang berarti memiliki visi dan orientasi masa depan yang jauh ke depan agar cita-cita sekolah dapat terwujud.

Rembulan menjadi penjelma cahaya dan penenang dalam kondisi krisis atau kegelapan.
​dan Samudra diharapkan pemimpin  menjadi penampung segala hal dan menerima segala keluh kesah serta dinamika dengan lapang dada.

​Dirinya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus bergandengan tangan dan tetap eksis meskipun menghadapi riak atau tantangan organisasi.

Sutejo memohon izin dan dukungan dari keluarga besar agar kepala sekolah yang dilantik dapat mengemban amanah dan menyelesaikan masa jabatannya sesuai SK kepemimpinan hingga akhir periode.

Sementara Ruskamto Ketua PGRI Ponorogo menyampaikan bahwa SMK PGRI 2 Ponorogo adalah sekolah yang besar. Yaitu membawahi lebih dari 2500 siswa , Jumlah guru: 114 guru,  tenaga kependidikan: 46 orang karyawan atau tenaga kependidikan​guru tersertifikasi: 81 dari 114 guru sudah bersertifikasi.
Dalam arahannya Ruskamto menekankan kehati-hatian dalam pengelolaan uang negara dana sertifikasi dan penggunaan dana BOS
Perlunya komunikasi yang intens di seluruh jajaran, mulai dari para Wakil Kepala Sekolah terutama Waka Kurikulum sebagai jantung sekolah, Waka Kesiswaan, Waka Humas hingga Ketua Jurusan/Bengkel.
Ruskamto mengingatkan bahwa meskipun kepala sekolah masih muda, jabatan kepala sekolah memiliki wewenang yang besar untuk mengemban tanggung jawab dan memimpin "armada perahu" sekolah yang besar tersebut.(jun/red) 





0/Post a Comment/Comments

Dibaca :