Konflik Warga Dukuh Beran Jetis Masih Memanas, Camat dan Kades Jetis Harap Semua Bisa Guyup Rukun dan Patuhi Komitmen


PONOROGO,SW_ Polemik antar warga di dukuh Beran Jetis kecamatan jetis Ponorogo yang sebenarnya masih kerabat masih memanas. 

Konflik perihal adanya jalan yang menuju rumah warga yang di bangun kanopi secara permanen memberatkan bagi warga yang tiap hari menggunakan akses jalan tersebut. 

Hal ini dikarenakan selain karena akses jalan dibangun permanen dengan kanopi, pemilik rumah juga menutup sisi kanopi, dan menaruh barang dagangan sehingga pengguna jalan terganggu melewati jalan tersebut. 

Di konfirmasi kepada pihak kecamatan, Sekcam Jetis menjelaskan bahwa dirinya bersama kades babinsa babinktibmas sudah mendatangi lokasi pada selasa (11/6/2026). 

Joko Setyo J memaparkan bahwa dirinya bersama tim memverifikasi atas data dan dokumen yang ada ke lokasi. Dirinya membenarkan bahwa kalan yang digunakan untuk akses warga tersebut merupakan lahan pribadi yang dilengkapi dengan sertifikat. 

Berkenaan dengan adanya kanopi yang menggaggu akses jalan tidak bisa berbuat banyak. Dan berharap kepada pihak yang terkait untuk bisa menyelesaikan dengan baik. 

' kita perintahkan kepada kades Jetis untuk memantau atas permasalahan tersebut semoga ada jalan terbaik untuk bisa sama sama menyelesaikan masalah " jelasnya.

Dirinya melihat adanya dokumen perjanjian dengan istilah jalan dipinjamkan selamanya untuk digunakan sebenarnya sudah kuat untuk menjadi acuan dalam rangka menjalin kembali kebersamaan di warga dukuh mberan Jetis tersebut. 

Terlebih pada dokumen tersebut yang baru saja di tanda tangani bersama oleh pihak kehuara di lingkungan juga oleh perangkat dan juga bhabinkamtibmas dan babinsa setempat dan mengetahui kades Jetis. 

Hal senada disampaika oleh kades Jetis Mohammad Khoir, dirinya membenarkan bahwa sertifikat tanah yang dimiliki oleh pemasang kanopi juga sampai kepada jalan yang dilewati oleh keluarga di rumah sesudahnya. 

Perihal adanya bangunan dari anggaran dana desa untuk perbaikan dan pengerasan jalan yang harusnya dengan perjanjian yang kuat.

Muhammad Khoir menegaskan bahwa bantuan jalan dari desa tidak sampai kepada lahan pribadi, tetapi untuk lahan pribadi yang pada dasar nya milik keluarga besar tersebut hanya bantuan sedikit selebihnya atas partisipasi warga.

Muhammad Khoir menjelaskan lingkungan dimana konflik keluarga tersebut untuk aktifitas warganya lebih dekat ke ngasinan sehingga aktifitas kumpulan RT dan lainnya gabung kesana. Dan agak jauh bila menggabung ke sesama wilayah desa Jetis 

Salah satu warga setempat membenarkan adanya masalah pemasangan kanopi didepan rumah yang digunakan untuk akses jalan umum tersebut. Bahwa sebenarnya keluarga yang lain juga sudah berusaha mengikhlaskan lahan pribadinya digunakan untuk jalan. Agar semua bisa saling gotongroyong untuk lingkungan. 

" Jika nanti tidak ada mufakat untuk bisa saling mengerti dan kerjasama kita juga bisa melakukan penutupan jalan menuju rumah yang dibangun kanopi tersebut." jelas salah satu warga

 "Sehingga kesepakatan awal yang berusaha untuk saling mengikhlaskan lahan pribadi untuk jalan dan gotong royong demi harmonis guyup rukun lingkungan dibatalkan" ungkapnya



0/Post a Comment/Comments

Dibaca :