Peserta Temukan Fakta, Panitia Merdeka Run 2026 Tak Konsisten, Sama Kena Penalty Time Juara 1 Tidak Diskualifikasi


PONOROGO,SW_ Pelaksanaan Merdeka RUN Ponorogo 2026 menuai sorotan. Sejumlah peserta dan pihak keluarga mempertanyakan mekanisme penilaian serta penerapan sanksi penalty time yang dinilai penuh kejanggalan dan belum transparan.

Persoalan tersebut mencuat setelah hasil klasifikasi peserta menunjukkan adanya peserta yang sama-sama mendapat penalty time namun tetap menempati posisi podium, sementara peserta lain dengan jenis pelanggaran yang disebut serupa justru tidak masuk dalam daftar juara.

Berbeda dengan pelaksanaan Merdeka RUN Ponorogo 2025 yang dinilai berjalan transparan, pelaksanaan tahun 2026 ini justru memunculkan pertanyaan mengenai dasar penilaian dan konsistensi penerapan aturan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia Merdeka RUN Ponorogo melalui pesan WhatsApp, penentuan podium 1, 2, dan 3 mengacu pada hasil verifikasi dari Gelarin. Panitia juga menyampaikan bahwa peserta wajib memenuhi sejumlah ketentuan, di antaranya menggunakan nomor peserta yang dilengkapi GPS, membawa perangkat Handphone/GPS, serta Personal Aid Kit (P3K).

Namun, hasil verifikasi justru menjadi sorotan karena terdapat perbedaan konsekuensi terhadap peserta yang sama-sama mendapatkan penalty time. Data yang dipersoalkan antara lain:

Mita, potensial juara 1, mendapat penalty time +25 menit karena disebut tidak menggunakan GPS dan tidak membawa P3K.
Alifia Ratu Askha — potensial juara 2, mendapat penalty time +25 menit dengan keterangan yang sama, yakni tidak menggunakan GPS dan tidak membawa P3K.
Lily — potensial juara 3, mendapat penalty time +15 menit karena tidak membawa P3K.
Syifa — potensial juara 4, dinyatakan lengkap sehingga tidak mendapat penalty time.

Dalam hasil akhir yang disampaikan oleh Panitis, Mita tetap ditetapkan sebagai juara 1, Syifa sebagai juara 2, dan Lily sebagai juara 3. Sementara Alifia Ratu Askha tidak masuk podium atau tetap kena Diskualifikasi.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari salah satu keluarga peserta. Mereka mempertanyakan bagaimana dasar perhitungan akhir dilakukan apabila penalty time diberlakukan kepada beberapa peserta dengan konsekuensi berbeda.

Sementara itu, Anang Sastro, dari ayah Alifia Ratu Askha menilai panitia perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul kesan adanya perlakuan berbeda terhadap peserta.

“Apa bedanya? Yang juara satu juga sama-sama kena penalty time +25 menit, tetapi tetap menjadi juara satu. Sementara Alifia Ratu Aska yang juga mendapat penalty time +25 menit justru tidak masuk podium. Ini jelas ada dugaan ada main belakang, ” tegas Anang Sastro.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekedar hasil perlombaan, melainkan konsistensi penerapan aturan dan transparansi mekanisme penilaian yang jelas kalau acuanya aturan. 

Jika memang pelanggaran tertentu harus berujung pada diskualifikasi, peserta mempertanyakan apakah ketentuan tersebut berlaku sama kepada seluruh peserta. Sebaliknya, apabila penalty time hanya mengurangi catatan waktu dan peserta tetap berhak masuk podium, dasar penerapannya juga perlu dijelaskan secara terbuka.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :