SDN 1 Mangkujayan Buka Suara Soal Keluhan Pembayaran Komite, "Wali Murid Yang Keberatan Harap Komunikasi Ke Sekolah"


PONOROGO, SW_Pihak SDN 1 Mangkujayan Ponorogo memberikan penjelasan terkait dinamika iuran komite sekolah yang belakangan menjadi perhatian para wali murid.

Diketahui sebelumnya informasi dari wali murid berkaitan dengan pembayaran iuran ektra gamelan yang meskipun sudah siswa kelas VI masih tetap ditarik, hingga transparansi pertanggungjawaban dana komite yang dinilai tidak terbuka. 

Sebagaimana dijelaskan oleh effendi pengadaan perangkat alat musik gamelan untuk kegiatan ekstrakurikuler karawitan sudah melalui pembicaraan antara komite dan pihak perwakilan wali siswa. 

Dirinya menyampaikan rapat koordinasi komite telah dilakukan secara efisien dengan melibatkan perwakilan paguyuban kelas yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.

Para pengurus paguyuban ini hadir untuk membawa aspirasi dan suara dari seluruh orang tua murid di grup kelas masing-masing.

Berkenaan dengan adanya keluhah tentang pembayaran pihak sekolah berharap agar ada komunikasi dari wali siswa langsung  

Kebijakan bagi Keluarga Kurang Mampu
Menanggapi keluhan atau keberatan dari orang tua terkait iuran komite, pihak sekolah menegaskan sifat terbuka dan tidak memaksakan. Bagi wali murid yang merasa tidak mampu atau keberatan, sekolah menyediakan jalur pembebasan biaya atau free

"Jika ada wali murid yang memang kurang mampu, kita gratiskan. Nanti solusinya akan dicarikan donatur. Kami sangat terbuka, wali murid bisa berkonsultasi langsung ke Kepala Sekolah atau Komite Sekolah," ujar Pak Fendi.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pengelolaan anggaran, mulai dari pengadaan alat hingga laporan pertanggungjawaban (SPJ), diserahkan sepenuhnya secara transparan kepada Komite Sekolah untuk disampaikan kepada wali murid.
Lebih jauh penanggungjawab karawitan ini menjelaskan adanya ekstra dan iuran komite karawitan merupakan bagian dari semangat pelestarian budaya dan prestasi siswa. 

Rencana pengadaan gamelan ini dipicu oleh tingginya antusiasme siswa serta rekam jejak prestasi ekstrakurikuler karawitan SDN 1 Mangkujayan. 

Pada tahun 2023 lalu, tim karawitan sekolah ini berhasil menyabet juara 2 dalam Festival Karawitan tingkat Kabupaten Ponorogo.

Namun, selama dua tahun masa latihan hingga meraih prestasi tersebut, pihak sekolah menggunakan gamelan pinjaman dari SMK PGRI 2 Ponorogo. 

Karena gamelan tersebut kini diambil kembali oleh pemiliknya untuk program ekstrakurikuler internal, para siswa kehilangan wadah latihan.

"Anak-anak sangat antusias dan sering menanyakan kapan latihan karawitan lagi. Karena itu, kami bersama komite berinisiatif melakukan pengadaan alat sendiri agar potensi dan bakat budaya anak-anak dapat terus terwadahi," jelasnya. 

Adanya keluhan dari siswa dirinya berharap adanya komunikasi yang terbuka. Melalui komunikasi terbuka antara sekolah, komite, dan orang tua, diharapkan solusi terbaik dapat tercapai tanpa memberatkan pihak manapun demi keberlanjutan pendidikan dan minat seni para siswa.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :