Menurutnya, momentum hari jadi harus dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai hal yang telah dikerjakan sekaligus merumuskan langkah Ponorogo menghadapi tantangan ke depan.
“Pembangunan Ponorogo tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers,” kata Dwi Agus.
Ia menegaskan DPRD memiliki posisi strategis dalam perjalanan pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, DPRD juga berkewajiban memastikan aspirasi masyarakat mendapat ruang untuk diperjuangkan.
Karena itu, semangat Hari Jadi ke-530 diharapkan mampu mempererat hubungan antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan media.
Dwi Agus juga mengawali rapat dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT serta mengajak seluruh peserta memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Pj Bupati Ponorogo hj. Lisdyarita, SH menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah menggelar rapat paripurna sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ponorogo.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih yang mendalam. Dirgahayu Ponorogo ke-530,” ujar Lisdyarita.
Peringatan Hari Jadi ke-530 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga sejarah, kebudayaan dan jati diri Ponorogo sekaligus mendorong pembangunan yang semakin inklusif.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Ponorogo diharapkan mampu melangkah ke masa depan dengan tetap berpijak pada nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. (Adv/Jun)
Posting Komentar