PONOROGO,SW_ Pemerintah Daerah terus mendorong keterlibatan potensi dan ekonomi lokal dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Agus Sugiharto, saat menanggapi pentingnya koordinasi dengan pihak desa serta BUMDes untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan lokal.
Sekda menyampaikan bahwa peran pemerintah daerah melalui dinas terkait—seperti Perdagangan, Koperasi, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)—sangat penting untuk merangkul dan memfasilitasi para pelaku usaha lokal maupun BUMDes.
Harapannya, komoditas pangan seperti beras, sayuran, hingga telur dapat disuplai langsung dari petani dan peternak setempat.
Namun, beliau juga menggarisbawahi sejumlah tantangan utama di lapangan, khususnya terkait daya saing harga, kualitas, serta kontinuitas pasokan.
"Secara teori, bahan pangan dari daerah sendiri seharusnya bisa lebih murah karena memotong biaya transportasi dan rantai distribusi. Namun, tantangannya ada pada konsistensi pasokan. Jangan sampai saat dibutuhkan dalam jumlah rutin, komoditas lokal justru tidak siap atau kehabisan stok," ujar Dr. Agus Sugiharto ketika di konfirmasi, Rabu (30/9/2026)
Selain kontinuitas, masalah efisiensi harga juga menjadi catatan. Sebagai contoh, pada komoditas telur, sering kali harga dari luar daerah justru lebih kompetitif dibandingkan harga lokal. Oleh karena itu, BUMDes dan pelaku usaha lokal dituntut untuk lebih efisien agar mampu bersaing dengan vendor atau penyedia dari luar.
Pemerintah Daerah menegaskan commitment-nya untuk tetap memfasilitasi dan mendorong keterlibatan masyarakat lokal. Kendati demikian, pelaksanaan di lapangan tetap harus memperhatikan regulasi serta standar kualitas yang ditetapkan oleh BGN agar program MBG berjalan optimal dan berkelanjutan.
Posting Komentar