PONOROGO,SW_ Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel pada Jumat (18/9/2026).
Kunjungan tersebut yang didampingi Yuliana anggota Fraksi Demokrat DPRD Ponorogo dirinya begitu kagum dengan keberadaan PLTA yang sudah berdiri sejak 1968. Bisa menyatu dengan lingkungan dan memberi manfaat luar biasa bagi pasoka listrik.
Dalam kunjungannya dirinya menjelaskan bahwa ini bertujuan untuk meninjau secara langsung operasional pembangkit energi terbarukan sekaligus memberikan dukungan terhadap penguatan kemandirian energi nasional.
Dalam sambutannya usai menerima pemaparan komprehensif dan melakukan peninjauan lapangan, Ibas menyampaikan apresiasinya atas penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat oleh jajaran pengelola.
"Kita telah melakukan peninjauan dengan menerapkan standar operasional prosedur yang cekatan dan tepat. Hal ini penting untuk keselamatan tidak hanya pengunjung, tetapi bagi kita semua, serta sebagai pengingat pentingnya bekerja dengan semangat selamat dan membawa manfaat yang meluas," ujar Ibas.
Dorong Kemandirian dan Keandalan Energi
Ibas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal langkah pemerintah dan stakeholder terkait agar Indonesia mampu mencapai kemandirian di bidang energi.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari air, angin, panas bumi, hingga sinar matahari yang harus dimanfaatkan secara optimal.
"Sebagai negara besar, potensi energi terbarukan kita sangat melimpah. Ini adalah salah satu wujud cara kita mencintai negeri, bagaimana pembangunan energi dapat membawa dampak positif bagi sosial, ekonomi, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat luas," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keandalan teknologi dan efisiensi pemanfaatan energi terbarukan menjadi hal yang mutlak agar fasilitas pembangkit mampu bertahan dalam jangka panjang.
"Keselamatan adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Prosedur standar yang dijalankan oleh jajaran PLN dan unit operasinya harus selalu sesuai dengan aturan, termasuk dalam pemeliharaan peralatan guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik," tegas Ibas.
Melalui kunjungan ini, Ibas berharap PLTA Ngebel dan fasilitas energi terbarukan lainnya di Indonesia dapat terus beroperasi secara optimal, handal, dan berkelanjutan demi mendukung kemajuan serta kesejahteraan bangsa.
Senior Manager PLN Nusantara Power UP Brantas, Eko Wijanarto, menyampaikan bahwa PLTA Ngebel memiliki kapasitas produksi sebesar 2,2 MegaWatt (MW) atau setara dengan 2.200 KiloWatt (kW). Listrik yang dihasilkan disalurkan langsung ke dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali.
"Listrik ini karena sistemnya sudah interkoneksi, bisa disalurkan untuk seluruh Jawa-Bali. Ada Dispatch Center sendiri yang mengatur pembebanannya," ujar Eko.
Meski telah beroperasi sejak tahun 1968 dan usianya kini hampir menyentuh separuh abad (50 tahun), performa PLTA Ngebel dinilai masih sangat handal dalam menyokong kebutuhan listrik wilayah Jawa Timur dan Jawa-Bali secara umum.
Eko menjelaskan bahwa kunci keandalan peninggalan pembangkit tua ini terletak pada perawatan dan pemeliharaan berkala yang teratur.
"Perawatan kami lakukan melalui maintenance rutin, baik preventive maintenance maupun overhaul yang kami lakukan setiap tahun. Selain itu, ada major overhaul setiap empat tahun sekali serta inspeksi rutin untuk menjaga keandalan PLTA ini," jelasnya.
Dengan pemeliharaan sistematis tersebut, PLN memastikan pembangkit listrik tenaga air ini dapat terus berkontribusi menyediakan pasokan energi bersih dan andal bagi masyarakat.
Posting Komentar