PONOROGO,SW_ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato penuh semangat dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Di hadapan ribuan santri dan tamu undangan, Prabowo menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa serta tekadnya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti nilai dan moto pendidikan yang diterapkan di Pondok Gontor, terutama mengenai keberanian berpikir, kebebasan, dan pembentukan karakter.
"Kita harus berani melihat kekurangan-kekurangan kita sendiri. Kita harus menjaga, memelihara nilai-nilai ini. Ini moto yang harus berlanjut di mana-mana," tegas Prabowo.
Beliau juga membandingkan nilai-nilai keislaman dan pendidikan di Gontor dengan nilai dasar kemiliteran, khususnya mengenai pembentukan integritas moral. Prabowo berpesan agar para generasi muda dan calon pemimpin bangsa benar-benar memiliki budi pekerti yang tinggi.
"Harus berbudi tinggi: jujur, ikhlas, tidak boleh jadi koruptor! Jangan pura-pura berbudi tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur, tapi begitu dikasih kepercayaan jabatan, malah nyolong," kata Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.
Tekad Hapuskan Kemiskinan dan Kurang Gizi
Selain menekankan pentingnya moralitas, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperjuangkan kesejahteraan fisik dan gizi anak-anak Indonesia. Beliau menegaskan bahwa sebuah bangsa tidak akan bisa berbuat baik atau bekerja keras jika masyarakatnya dalam kondisi sakit dan lemah.
"Saya bertekad, anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi! Tidak boleh ada anak yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya. Indonesia yang subur dan kaya ini tidak boleh ada orang yang lapar," ujarnya.
Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga pendidikan untuk terus berjuang bersama menghapuskan kemiskinan serta mencetak generasi pemimpin yang pintar, jujur, dan tidak mudah dibohongi.
Posting Komentar