PONOROGO, SW_ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi Partai NasDem, Pamuji, menyuarakan keprihatinannya terhadap kemunduran pembinaan sepak bola di Kabupaten Ponorogo selama satu dekade terakhir. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari pecinta sepakbola bola di gedung DPRD Ponorogo, Kamis (17/9/2026)
Pamuji menilai tata kelola dan kompetisi sepak bola daerah saat ini stagnan dibanding masa-masa sebelumnya. Ia menyentil kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ponorogo yang dinilainya kurang aktif dan sulit dihubungi.
Pamuji mengenang masa ketika kompetisi sepak bola di Ponorogo hidup dan berjenjang dari Liga 3, Liga 2, hingga Liga Utama, dengan sistem promosi dan degradasi yang kompetitif. Menurutnya, untuk membakar semangat para pemain muda kala itu, pihak pengelola bahkan membuat komitmen berupa bonus harian.
"Dulu kalau menang dapat transport harian Rp250 ribu, seri Rp200 ribu, dan kalah Rp100 ribu. Saat latihan pun disediakan gizi seperti kacang hijau dan telur. Hasilnya, tim kita bisa bersaing di Karesidenan Madiun," lanjutnya.
Guna menghidupkan kembali iklim sepak bola daerah, Pamuji meminta agar PSSI Ponorogo kembali dilibatkan secara aktif dalam setiap ajang dan pembinaan usia muda.
Mengenai dukungan dana, ia menjelaskan bahwa mekanisme anggaran hibah olahraga disalurkan pemerintah daerah secara gelondongan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo. Pembagian ke masing-masing cabang olahraga (cabor) sepenuhnya menjadi ranah KONI.
"Anggaran dari Pemkab diberikan secara global ke KONI. Nanti KONI yang membagi ke seluruh cabor. Namun, kami di DPRD siap memperjuangkan alokasi anggaran setiap tahunnya, asal ada pengajuan yang jelas dari pengurus," tegasnya.
Pamuji menegaskan komitmennya sebagai pencinta sepak bola untuk mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Ponorogo agar mampu bersaing dan mengembalikan kejayaan sepak bola daerah.
Posting Komentar