Komitmen Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo: Kerja Keras Salurkan Lulusan ke Dunia Kerja hingga Jepang



PONOROGO, SW_ Bahari Pujianto, S. Si Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo menunjukkan komitmen tinggi dalam memastikan para lulusannya dapat terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, salah satunya melalui program penempatan ke Jepang.

Penyaluran tenaga kerja ini dikoordinasikan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah. Melalui BKK tersebut, sekolah memfasilitasi para siswa lulusan baru yang ingin langsung bekerja.

"Kalau BKK khusus itu kan di SMK. SMK itu menangani pokoknya anak lulus ingin kerja di mana. Nah, itu melalui BKK, baik luar negeri ya bisa, dalam negeri ya bisa," ujar Bahari Pujianto, S. Si Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo di konfirmasi di ruang kerjanya Selasa ( 13/10/2026).

Untuk tujuan luar negeri, pihak sekolah menjalin kerja sama dengan lembaga resmi terpercaya, dengan fokus utama penempatan ke Jepang. Sementara untuk penempatan dalam negeri, sekolah juga menggandeng sejumlah perusahaan mitra yang siap menampung lulusan secara penuh.

"Untuk serapan ke luar negeri selama 3 tahun ini lebih dari 50 anak sudah tersalur ke berbagai sektor kerja di Jepang" jelasnya. 

Tidak hanya menyalurkan tetapi pemantauan selama kerja di Jepang sengaja terus dilakukan oleh pihak sekolah dengan membuatkan grup bagi alumni yang kerja di Jepang. 

" Kalau ada masalah silahkan chat saling curhat dan berbagi pengalaman. Sehingga semuanya saling melengkapi dan merasa nyaman" imbuhnya. 

Seleksi Ketat demi Kualitas dan Gaji Kompetitif
Pihak sekolah menegaskan bahwa proses penyaluran kerja, khususnya ke Jepang, melalui tahapan seleksi yang murni berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa tanpa ada sistem titip atau suap.

Para siswa yang berhasil lolos seleksi kelas kerja Jepang ini dinilai luar biasa, di mana total akomodasi ditiadakan dan para siswa langsung mengikuti pelatihan selama kurang lebih 3 hingga 6 bulan di lembaga mitra sebelum tes kerja (job test). 

Selain itu, besaran gaji yang ditawarkan di Jepang sangat menggiurkan, yakni berkisar di atas Rp15 juta hingga Rp25 juta tergantung bidang profesi.


Proses persiapan kerja ini telah dimulai jauh hari sebelum siswa lulus melalui pemetaan berkala di setiap semester. Sekolah mendata minat siswa, apakah memilih untuk melanjutkan kuliah, bekerja di dalam negeri, atau merantau ke luar negeri.

Bahkan pada tahun ini untuk bisa semakin fokus dan optimal dalam serapan ke dunia kerja di Jepang SMK PGRI 1 Ponorogo sengaja membuat kelas khusus Bahasa Jepang. 

Bagi siswa yang memilih luar negeri, berbagai persyaratan dan persiapan fisik maupun mental digembleng secara matang. Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan para orang tua atau wali murid guna memastikan kesiapan finansial maupun izin keluarga dalam proses pemberangkatan ke luar negeri.

Pihak sekolah juga memastikan bahwa seluruh pembiayaan siswa berurusan langsung dengan lembaga penyalur resmi, di mana sekolah bertindak sebagai fasilitator yang mengawal proses dari awal hingga siswa benar-benar terbang ke tempat kerja.

Kwalitas penyaluran melalui BKK di SMK PGRI 1 Ponorogo juga sudah diakui tidak hanya sebatas dari siswa internal tetapi beberapa juga berasal dari sekolah negeri yang bergabung. 

Bahari menjelaskan bahwa dirinya sadar dalam pengelolaan lembaga pendidikan di SMK PGRI 1 Ponorogo sebagai sekolah swasta bukti keterserapan di dunia kerja menjadi prioritas sebagai jaminan kwalitas, di samping tetap memberikan ruang optimal bagi yang pengen melanjutkan ke perguruan tinggi. (Jun/red) 

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :