Musyawarah SMPN 5 Ponorogo Terkait Wali Protes Pendanaan : Sepakat 950 Ribu, Sukarela, Tidak Memaksa


PONOROGO,SW_ viralnya unggahan di media sosial berkenaan dengan rapat komite di SMPN 5 Ponorogo dibenarkan oleh ketua Komite Ikhwanul Abror. 

Dirinya menjelaskan bahwa agenda tersebut adalah kegiatan silaturahmi, sosialisasi program, serta musyawarah bersama para wali murid kelas VII yang diagendakan pada jumat (16/10/2026). 

Ihwan memaparkan pertemuan ini diadakan untuk memperkenalkan jajaran pengurus komite serta menyelaraskan program dan kebutuhan sekolah ke depan.  

​Dalam konfirmasinya Ihwanul Abror, menyampaikan kepada wali murid pentingnya partisipasi aktif dari bapak dan ibu wali murid dalam mendukung kemajuan institusi pendidikan. 

Pembahasan juga mengenai dukungan pendanaan untuk peningkatan mutu sekolah, yang akrab dikenal sebagai Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pihak komite dan sekolah menekankan bahwa kontribusi ini dikembalikan sepenuhnya demi fasilitas dan kepentingan anak-anak didik. 

" Pada pertemuan itu disepakati untuk partisipasi wali murid yaitu dana peningkatan mutu sebesar 90 ribu. Sama seperti tahun sebelumnya" jelasnya. 



Sedangkan untuk sumbangan sukarela sekolah mengajukan rencana pengadaan kipas angin, renovasi atau rehabilitasi lapangan olahraga (basket dan voli), peremajaan fasilitas komputer untuk siswa, serta renovasi musala sekolah agar lebih nyaman digunakan.  

​Meski dalam sesi musyawarah sempat muncul dinamika dan perbedaan pendapat dari sebagian peserta terkait kondisi ekonomi serta beban iuran, pihak komite dan kepala sekolah tetap mengedepankan pendekatan dialogis.


Pembahasan turut mencakup rencana pembangunan seperti pemasangan kipas angin di kelas, rehabilitasi lapangan olahraga (untuk basket, Futsal, dan voli), peremajaan fasilitas perbaikan lingkungan, hingga renovasi musala sekolah.
" Ada 2 wali murid yang usul keberatan dengan berbagai alasan termasuk sudah bayar pajak, kita terima ini bagian dari dinamika musyawarah " jelasnya

Melalui musyawarah terbuka ini, Ikhwanul Abror bersama pihak sekolah berharap seluruh keputusan terkait pendanaan penunjang pendidikan dapat disepakati bersama demi kenyamanan serta kemajuan prestasi anak-anak didik di SMPN 5 Ponorogo.


Setelah melalui diskusi bersama mengenai rincian anggaran, pihak sekolah dan perwakilan wali murid akhirnya sepakat menetapkan besaran biaya pada angka Rp950.000, dengan skema pembayaran yang fleksibel demi meringankan beban orang tua serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ikhwanul Abror menegaskan bahwa sumbangan tersebut bebas dalam pembayaran, tidak memaksa, tidak ada tagihan serta untuk ketidaksanggupan dipersilahkan menghubungi dirinya. 

Disinggung adanya syarat SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu) dari desa sebagai syarat keringanan Ihwan meyakinkan bahwa syarat tersebut juga tidak memaksa. 




0/Post a Comment/Comments

Dibaca :