NU Ponorogo Kawal Pendidikan dan Masa Depan Empat Anak Yatim Kader Banser-Fatayat



NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU berkomitmen mengawal keberlangsungan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan empat anak yatim dari keluarga kader Nahdlatul Ulama di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan takziah dan silaturahmi bersama keluarga almarhumah Lu’luatun Nikmah pada 21 Oktober 2026.

Langkah ini menjadi wujud kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap keluarga kader yang tengah menghadapi masa sulit. Tidak hanya menyampaikan belasungkawa, PCNU Ponorogo juga berupaya memastikan keempat anak tersebut tetap mendapatkan akses pendidikan dan pendampingan tumbuh kembang secara berkelanjutan.
Kepergian Lu’luatun Nikmah meninggalkan duka mendalam bagi keempat putranya. Sebelum almarhumah wafat, mereka telah lebih dahulu kehilangan ayah, Samsudin, yang merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu, Lu’luatun berjuang seorang diri membesarkan keempat anaknya. Almarhumah diketahui merupakan anggota Fatayat NU sekaligus alumni pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Lu’luatun. Ia mengajak masyarakat mengambil hikmah dari perjuangan almarhumah dalam membesarkan anak-anaknya di tengah keterbatasan.

“Kita mengambil hikmah dari perjuangan seorang ibu yang ditinggalkan wafat suaminya, harus menanggung beban empat anak. Semoga keempat anak itu kelak menjadi orang yang berguna. Kita semua berempati dan berusaha ikut membantunya,” ungkap Idam.

Keluarga Sepakat Anak Tetap Mengenyam Pendidikan di Ponorogo

Menindaklanjuti kondisi tersebut, jajaran NU Care-LAZISNU PCNU Ponorogo bersama Ansor dan Banser mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus bersilaturahmi dan takjiyah dengan keluarga almarhumah.

Pertemuan tersebut juga membahas berbagai wacana yang berkembang di masyarakat, termasuk tawaran pemindahan anak-anak ke luar daerah. Melalui silaturahmi bersama keluarga yang diwakili kakak kandung almarhumah, Ibu Uswatul, menyatakan bahwa keempat anak tetap melanjutkan pendidikan di Ponorogo dan berada dalam lingkungan yang mendukung kedekatan mereka sebagai saudara.

Kepala Cabang NU Care-LAZISNU PCNU Ponorogo, Jam’un Haidar, menegaskan bahwa pihaknya menghormati dan mendukung keputusan keluarga tersebut.

“Tiga anak yang saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Yatim Piatu Mambaul Hisan Kadipaten dan bersekolah di MI Ma’arif Kadipaten akan tetap melanjutkan di sana. Pihak keluarga juga berpesan agar kelak jika anak keempat sudah cukup usia, juga disatukan di pondok yang sama agar kedekatan emosional dan psikologis antarsaudara tetap terjaga,” jelas Jam’un.

Keputusan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pendidikan sekaligus mempertahankan ikatan emosional antarsaudara. Dengan tetap berada di lingkungan yang telah dikenal, anak-anak diharapkan dapat menjalani masa tumbuh kembang dengan dukungan yang lebih stabil.

PCNU dan LAZISNU Siapkan Pendampingan Berkelanjutan

Selain memastikan keberlanjutan pendidikan, PCNU Ponorogo melalui NU Care-LAZISNU menyatakan kesiapan membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan formal di madrasah, kebutuhan selama di pesantren, serta pendampingan tumbuh kembang keempat anak tersebut.

Jam’un mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengasuh pesantren dan pihak madrasah agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

“Ayah mereka adalah sahabat Banser dan ibunya anggota Fatayat NU serta alumni pondok pesantren NU. Kami dari PCNU dan LAZISNU siap membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di pesantren dan sekolah Ma’arif. Kami juga berkoordinasi langsung dengan pihak pengasuh pondok serta madrasah agar masa depan mereka benar-benar terlindungi,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan dan pendampingan yang layak meskipun telah kehilangan kedua orang tua.

PCNU Ponorogo juga mengajak warga Nahdliyin dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi membantu melalui saluran resmi NU Care-LAZISNU. Dukungan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak secara terarah, akuntabel, dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, PCNU Ponorogo menegaskan bahwa solidaritas terhadap keluarga kader tidak berhenti pada ungkapan belasungkawa, tetapi diwujudkan melalui pendampingan nyata demi menjaga keberlangsungan pendidikan dan masa depan generasi penerus.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :