Harapan itu disampaikan Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, saat bertakziah ke rumah duka bersama Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, Rabu (21/10/2026). Kehadiran keduanya bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, melainkan juga memastikan keempat anak tersebut tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sebagai seorang ibu, Lisdyarita mengaku turut merasakan kesedihan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Terlebih, keempat anak itu harus menghadapi kehilangan besar di tengah kondisi ekonomi keluarga yang kurang beruntung.
“Kita sangat memikirkan masa depan keempat anak. Makanya kita hadir untuk memastikan anak-anak tetap lanjut sekolah. Kita siapkan beasiswa,” ujar Lisdyarita kepada Sinyal Ponorogo.
Menurut dia, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu hal penting yang harus dipastikan setelah musibah tersebut. Kehilangan orang tua tidak boleh membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan menggapai cita-cita.
Di Balik Duka Empat Anak di Slahung, Ada Harapan yang Ingin Dijaga Bunda Lisdyarita
Di Balik Duka Empat Anak di Slahung, Ada Harapan yang Ingin Dijaga Bunda Lisdyarita
Untuk sementara, anak-anak yang telah menempuh pendidikan di pondok pesantren akan tetap melanjutkan sekolah di tempat mereka belajar saat ini. Adapun anak yang paling bungsu akan menunggu hingga cukup usia untuk menyusul masuk pondok pesantren.
Lisdyarita berharap, dukungan dari pemerintah dan kepedulian masyarakat dapat menjadi penguat bagi keempat anak tersebut dalam melewati masa sulit. Ia juga berusaha memandang peristiwa ini melalui sisi spiritual, tanpa mengesampingkan beratnya ujian yang harus mereka hadapi.
“Iya Mas, alhamdulillah. Ini cara Allah mengangkat anak-anak ini untuk bisa meneruskan sekolah hingga kuliah nanti. Meski harus melalui ujian yang begitu berat karena berpisah dengan kedua orang tua mereka, tapi mungkin inilah cara Allah mengangkat derajat,” tuturnya.
Di balik kesedihan yang menyelimuti keluarga tersebut, kepedulian berbagai pihak mulai menghadirkan secercah harapan. Lisdyarita mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang telah tergerak memberikan bantuan kepada keempat anak yatim piatu itu.
Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan solidaritas sosial yang ditunjukkan masyarakat. Menurutnya, kepedulian semacam ini menjadi bukti bahwa anak-anak tersebut tidak harus menghadapi masa depan seorang diri.
Bagi keempat anak di Jebeng, perjalanan ke depan tentu tidak mudah. Namun, dukungan pendidikan, perhatian pemerintah, serta uluran tangan masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal agar mereka tetap bersekolah dan tumbuh dengan harapan. (Adv/Jun/red)
Posting Komentar