Kasus yang terlihat saling terkait antara satu dan lainnya dan melibatkan begitu banyak orang ini menjadikan pilihan kata membersihkan Ponorogo menjadi pas untuk terus didalami.
Iya KPK hari ini jumat (28/11/2025) menyasar lagi beberapa rumah di Ponorogo yang ada sangkut pautnya dengan OTT yang dilaksanakannya pada 7 November 2025 lalu.
Terdata ada 4 rumah yang di geledah yaitu rumah Daniel eks kabid Kebudayaan disbudparpora di perumahan Kertosari, rumah Heru Sangoko yang menjabat ketua KONI Ponorogo dan juga termasuk ring 1 lingkaran tim sukses Bupati Sugiri. Satu tim lagi menyasar ke Ponorogo selatan yaitu ke Kupuk Bungkal ke rumah Mujib PPkom Rimah Sakit dr. Hardjono. Juga ke rumah Anggota DPRD Ponorogo di Sawoo.
Bahkan dari sumber di internal menyebut operasi akan dilanjutkan besok sabtu dengan menyasar ke target lainnya yang masih dirahasiakan
Beranggotakan 6 orang 4 cowok dan 2 cewek. Dibawah pimpinan berpangkat Kombes AKBP tim ini cukup populer hilir mudik menggeledah beberapa kantor dan rumah pejabat penting di Ponorogo yang ada sangkut pautnya dengan kasus korupsi.
Terlebih adanya mas kucir dengan pawakan sedang, kulit putih, murah senyum dan tampilan perlente. Kehadirannya tidak luput dari sapaan dan jepretan dan bidikan kamera para pemburu berita. Bahkan sebagain komentar di media sosial ramai menyebut dan mengadu indikasi ketidak beresan di beberapa tempat dengan menyebut mas kucir untuk turun tangan ikut menyelesaikan.
Lebih dari 10 rumah yang disatroni mereka baik di Ponorogo madiun maupun Surabaya berselang 21 hari sejak mereka terjun pertama di bumi Reyog.
Dari rekam jejak operasi KPK yang menyasar rumah maupun kantor yang digeledah. Semua mengarah pada cluster kasus pendalaman isu suap jabatan di rumah sakit dr. Hardjono, isi suap dengan keterlibatan sekda, serta keberadaan realisasi proyek Monumen Reyog Sampung.
Pendalaman pada kasus menyoal suap RSUD Ponorogo ini bisa dilihat daripada penggeledehan rumah direktur RSUD Yunus Mahatma, Ibepe, PPkom rumah sakit.
Cluster lain tentang pendalaman dan pengumpulan korupsi menyoal pembangunan Monumen Reyog Sampung. Hal ini bisa dilihat dari rekam jejak operasi penggeledahan di kantor disbudparpora, rumah PPkom Dosbudparpora, kantor pemenang tender proyek di Surabaya,
Cluster selanjutnya adalah pendalaman menyoal adanya potensi pelanggaran atas panjangnya masa jabatan dari sekda serta keterlibatannya dalam berbagai kasus yang berkenaan dengan direktue Rumah sakit maupun hal lain khususnya suap pada mutasi jabatan.
Akankan mengembang pada dinas maupun instansi lain yang sampai saat ini belum tersentuh KPK. Adanya bukti kuat dan bukti tentu dijadikan sandaran oleh KPK untuk melakukan operasi penggeledahan maupu penetapan tersangka pada penggembangan kasus di Ponorogo. (Jun/red)
Posting Komentar