Bahkan warga kini di hantui bencana dahsyat sebagaimana yang ada di Sumatra dengan korban jiwa dan kerusakan parah akan terulang di Ponorogo jika tidak ada langkah signifikan untuk pelestarian alam.
Pada unggahan medsos terlihat bangaimana kerukan yang dalam pada sejumlah titik tambang pasir hampir mengena ke rumah warga. Pemandangan lain memperlihatkan adanya jalanan yang rusak parah sepanjang Ngebel Jenangan akibat truck yang over tonase.
Sebagian lagi keluhan warga atas aliran air irigasi yang sekarang penuh limbah pasir cucian keruh dan menjadikan tanaman pertanian tidak produksi secara optimal bahkan mati.
" Bila kita perhatikan kerusakan jalan di Semanding arah Ngrupit dominan di sebelah sisi selatan atau kanan dari arah barat. Ini menunjukan bahwa jalan tidak mampu menahan beban " Jelas salah satu warga sekitar.
Yhani Wijaya LSM 45 menegaskan banyaknya titik tambang yang ada di Ngebel dan Jenangan adalah bukti dari longgarnya aturan dan penindakan. Bahkan dirinya memastikan hampir semua tambang pasir dan tanah yang ada tidak berizin alias ilegal.
" Butuh keberanian untuk menutup tambangitu sebelum ada kejelasan izinnya. Karena izin itu menjadi kunci karena didalamnya ada kajian yang mendalam tentang keselamatan lingkungan. Berapa luasan yang ditambang dan mekanisme lainnya diatur" ungkapnya.
Sementara Pujiana aktifis lingkungan melihat pola pola semangat yang dibangun dalam melakukan kordinasi konsolidasi maupun tindakan akan hanya sebatas wacana.
" Istilahnya hangat hangat tai ayam. Dan semuanya akan berjalan seperti biasa. Tambang cucian pasir, dump trek perusak jalan pada akhirnya semua akantetap beroprasi. Toh umpama ada riak riak kecil itu ada semacam mis komunikasi lain yang belum ketemu" Jelasnya.
Hal lain disampaikan oleh Ari Bilowo advocate senior dan juga mantan ketua Kartar Ponorogo. Dirinya justru berkomentar sebaliknya. Bilowo melihat spirit baru yang di gaungkan oleh plt Bupati Hj. Lisdyarita dalam penataan Ponorogo yang lebih baik merupakan angin segar bagi dan patut didukung.
"Kita harus optimistis. Di akhir tahun dan menuju tahun baru dengan semangat baru dengan pemimpin baru perubahan yang lebih baik untuk Ponorogo. Meskipun secara bertahap dan tidak serta merta karena melibatkan banyak pihak terkait" ujarnya.
Tentu publik menanti dan bertanya akan akhir dari kisah tambang yang marak di Jenagan dan Ngebel dengan berbagai produk turunan berupa cucian pasir maupun dump trek yang over tonase. Akankan ada ketegasan yang di terapkan ataukah sebaliknya ada kalimat lain yang tidak kalah halusnya untuk tambang galian C ini tetap lestari eksis di wilayah Ponorogo. (Jun/red)
Posting Komentar