Imam Mujani menyebut bahwa korban tinggal bersama seorang anaknya. Dan pada saat ini anaknya tidak ada di rumah, sedangkan nomor handphone nya tidak bisa dihubungi.
Kematian korban menggerkan warga di seputaran perempatan Ngambaan Sukorejo, atau timur Polsek Sukorejo tepatnya di desa Nggolan Sukorejo Ponorogo.
Awal kejadian warga menceritakan bahwa mereka tidak bertemu dengan korban sedangkan ada benda yang ditaruh di depan rumah hingga senin (26/1/2026) tidak diambil oleh korban.
Seusai subuh warga memberanikan diri melihat kondisi dalam rumah. Korban dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di kepala dittutup kain sarung.
Keterlibatan orang dekat termasuk anaknya korban masih ditelusuri oleh polres Ponorogo.
" Kita harap semua sabar, kita sedang melakukan penyelidikan mendalam sebab dan pelaku atas kematian korban" ungkap Imam Mujani pada media.
Posting Komentar