Dikonfirmasi seusai klarifikasi Barno menjelaskan bahwa dirinya di BAP oleh KPK bersamaan dengan Sukijo, Bimo Aji Eros dan 10 orang saksi lainnya mulai jam 10.00- sampai jam 14.00. Dari sekian banyak yang diundang KPK Barno mengaku sebagian kenal sebagian tidak.
"Semua diklarifikasi masuk keruangan yang sama hanya agak berjarak satu dengan lainnya" jelasnya
Barno menjelaskan materi yang ditanya seputar kedekatannya pada lingkaran kuasa. Baik dengan Sugiri, Heru Sangoko mapun pada sekda Agus Pramono.
Barno menjelaskan bahwa dirinya santai menghadapi setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh KPK. Dirinya sangat yakin bahwa dirinya tidak terlibat, tidak ada bukti, maupun aliran dana yang mengalir kepadanya.
Mengingat kedekatannya pada orang orang yang di sebutkan oleh KPK khususnya kepada Sugiri dan sekda sebatas mitra kerja dalam pemerintahan. Sedangkan kenalnya Heru Sangoko sebatas sebagai tokoh yang sama mendukung pada pencalonan Sugiri jadi bupati untuk 2 periode
"Saya ditanya kenal dengan Heru Sangoko, Kenal dengan Sekda Agus Pramono, apakah tau bahwa Sugiri punya hutang seputar hal tersebut" jelasnya.
Dirinya menjawab bahwa keberadaan hutang dan lainnya hanya tahu sepintas di media. Dan pernah ketemu tetapi hanya bahan ngobrol dengan Heru sangoko.
"Sebagian besar pertanyaannya adalah menyangkut soal hutang mantan Bupati Sugiri kepada Heru Sangoko, itu diperdalam dan detail. Tetapi saya jujur bahwa saya tidak jelas angka maupun alirannya" ungkap Barno
Dirinya menjelaskan posisinya dipanggil oleh KPK lebih erat kaitannya juga dengan jabatannya sebagai ketua PAPDESI. Dan kelihatan aktif dalam mendukung pencalonan Sugiri jadi bupati baik periode pertama maupun yang kedua.
"Saya berusaha mempelajari aturan posisi kades pada pilkada maupun pemilu. Karena kades juga jabatan politik. Jadi mainnya harus cantik. Bisa menempatkan kapan saat tampil kapan tidak" Jelasnya.
Disoal aliran dana pemenangan Kades Barno berani bersumpah bahwa dirinya tidak menerima aliran uang pemenangan baik itu kepada pribadi maupun kader.
'Saya murni mendukung Sugiri karena sosoknya yang visioner, programnya bisa dirasakan dekat dengan rakyat dan pekerja keras. Murni itu bukan karena pamrih proyek sebagai imbalan" terang Barno
Dirinya meyakinkan bahwa tidak ada perlakuan beda baik proyek atau keuntungan yang lebih atas dukungannya pada Sugiri.
" Desa saya kecil semua bisa dikerjakan dengan baik dan amanah dari suport pemerintah dengan lebih mengedepankan pada efektif efisien dan kreatif sudah cukup" jabarnya.
Barno memastikan tidak akan merubah keterangannya sewaktu waktu dipanggil oleh KPK mengingat keyakinannya bahwa dirinya tidak menerima aliran dana ataupun bersangkut paut dengan kasus OTT KPK di Ponorogo.
Barno menjadi satu paket pada panggilan denga nama nama yang sebagian besar warga Ponorogo masih menebak nebak tokoh tersebut. Mengingat hanya sedikit nama yang populer.
Ada nama Eros, Yudi, Sukijo, Bimo Aji, Ahmad Khoirul Fatoni, Puji Raharjo, Slamet Haryanto, Agus Prasetyo, Isyah Ansori, Sugeng Hariono, Sugeng Srikandi, Sukarsinah. (jun/red)
Posting Komentar