Sukijo Tukang Rosok, Disangka Terima Dana 90 Juta Untuk Pemenangan Pilkada, Begini Penjelasannya

PONOROGO,SW_ Tidak hanya menyasar kelas paus. Aliran dana kelas puluhan  juta rupanya oleh KPK juga dikejar untuk dikonfirmasi. Salah satunya kepada tukang rosok asal Tegalsari Tukijo. 

Dirinya yang bernama asli Ahmad Faruq meskipun dengan berat hati akhirnya memenuhi panggilan KPK ke  Kantor KPPN di Jalan Salak Madiun jumat (23/1/2026). Meninggalkan kerja hariannya mengambil dan setor rosok. 

Seusai diinterogasi oleh para pegawai negara yang tergabung dalam Grup 9 KPK. Sukijo mengaku diperiksa 3 jam lebih sempat jeda untuk sholat Jumat lanjut lagi, dari jam 10.30 sampai jam 14.00.

Pertanyaan yang buatnya terheran adalah adanya informasi masuk ke KPK bahwa dirinya menerima aliran dana 90 juta. Sebagai dana pemenangan Sugiri Lisdyarita saat tahun 2020.

Meskipun alumnus Undar Jombang ini mengiyakan bahwa pernah gabung sebagai relawan tim sukses, tim pemenangan pasukan pendukung Sugiri. Tetapi dirinya mengaku hanya sebagai krucuk alias pasukan bawah. Sehingga tidak mengerti tentang aliran dana 90 juta yang dituduhkan kepadanya. 

KPK tentu tidak serta merta percaya akan pernyataan tersebut, Sukijo diminta mengingat lagi memory pesta demokrasi kala itu. 

Sukijo bercerita pastinya akan keder bagi yang baru kena interogasi KPK. Tetapi dirinya sudah siap sambil terus berusaha menguasai keadaan. 

Jawabannya tetap sama tidak tahu menahu tidak pernah menerima aliran dan baik cash atau transfer dana pemenangan atau sejenisnya. 

Bahkan menyoal kenal sosok Sugiri dirinya mengaku kenal, tetapi disisi lain Sukijo ragu kalau Sugiri kenal dirinya. 

Sukijo sekarang lega, pikiran kalutnya yang selalu kepikiran soal apa, hingga KPK memanggilnya sudah terjawab. 

Hari harinya Sukijo seminggu sebulan kedepan bahkan di sela waktu kosong ngobrol akan dihiasi dengan obrolan seputar interogasi pegawai negara di grup KPK yang sedang bekerja. 

Kerja seperti dirinya menghidupi keluarga dengan mencari dan menjual rosok. Bedanya pekerja KPK bekerja menanyai menyusun kalimat tanya jawab mencetak dan meminta tandatangan dari yang ditanyai dengan istilah BAP. 

Mereka pulang akan membawa sejumlah pekerjaan diganti dengan penghasilan baik uang honor lembur uang honor rapat uang honor menginap atau mungkin pakai istilah lain yang lebih rumit untuk dipahami oleh orang awam. 

Semua bekerja memerankan fungsinya masing masing. Sebagian kelihatan perlente luar  biasa simpatik sebagain sebaliknya. (Team/red) 


0/Post a Comment/Comments

Dibaca :