PONOROGO,SW_ Adanya kemelut masalah PTSL di Desa Kepuhrubuh Siman ditanggapi cepat Setyoh Setya Antari, S. Sos Camat Siman. Dirinya bersama Kapolsek memanggil Purwanto Kades Kepuhrubuh dan Fatur Rahman selaku ketua pokmas untuk kordinasi terkait duduk perkara yang ada pada program PTSL di Kepuhrubuh Siman Ponorogo.
" Kita harapkan Kades bisa menyelesaikan masalah yang ada, jangan menimbulkan kegaduhan , konflik dan warga harus kondusif. Jadi program PTSL lancar dan sukses" ungkap Setya Antari Rabu (25/2/2026)
Diketahui adanya gejolak di warga Kepuhrubuh Siman adalah adanya perlakuan yang berbeda pada pemenuhan dokumen kepemilikan aset tanah yang sebelumnya harus melibatkan perangkat dalam pengukuran tanah sehingga berdampak pada amplop bagi perangkat.
Sementara kebijakan berbeda diterapkan setelahnya bagi warga yang ingin urus PTSL dipersilahkan mengukur tanahnya sendiri sehingga tidak muncul pesangon kepada perangkat.
Dari pengakuan warga diperoleh informasi amplop yang diberikan tidak hanya kepada perangkat yang hadir atau kamituwo yang membawahi wilayah tersebut tetapi untuk semua perangkat desa, sehingga semakin memberatkan.
Warga yang enggan dipublikasi identitasnya menyebut banyak warga yang memenuhi persyaratan dokumen kepemilikan sebelumnya juga menerapkan hal serupa memberi amplop kepada seluruh perangkat.
"Ada yang sampai dimintakan ulang karena saat pengukuran perangkatnya tidak di lokasi karena amplop yang diberikan pas sesuai yang hadir " ungkap salah satu warga yang mengurus PTSL dari lahan waris orang tua.
" Kalau sekarang tidak ada perangkat yang mengukur dan bisa diukur sendiri, tidak ada amplop kami minta disamakan dengan yang lain dikembalikan, apalagi ini juga mau hari raya" imbuhnya
Amplop atau pesangon yang diberikan kepada perangkat berbeda nominalnya tergantung jabatan, yang paling tinggi kepada kepala desa dan turun menyesuaikan jabatan perangkat. (Team/red)
Posting Komentar