PONOROGO,SW_ Musim kemarau akan segera tiba, bahkan musim kemarau tahun ini terparah sejak 30 tahun yang lalu. Ungkapan ini rupanya tidak berlaku sepenuhnya untuk wilayah Ponorogo. Sebagaimana dijelaskan Masun kepala BPBD Ponorogo bahwa sebagaimana rilis BMKG edisi 325 Jawa Timur Stasiun Klimatologi Karangploso Malang untuk kemarau yang ditakutkan berlangsung lama dengan curah hujan sangat sedikit tidak terjadi di Ponorogo.
Dirinya menyebut untuk prediksi kemarau di Ponorogo berlangsung 5,5 sampai 6,5 bulan. Atau 16-19 dasarian (10harian). Atau mendekati bulan November sudah ada hujan sedangkan puncaknya kemarau di bulan Juli.
"Setelah saya bandingkan dengan tahun sebelumnya prediksinya bahkan malah tidak lebih parah dari 2024." jelasnya.
Masun merinci bahwa pada dasarian ke 3 bulan April yaitu tanggal 21 sampai akhir bulan. Saat ini sudah bisa disebut masuk musim kemarau karena rata2 curah hujan dihitung kurang dari 50 mm
"Kalau 3 dasarian berturut curah hujan kurang dari 50 mm bisa disebut musim hujan." ucapnya.
Dirinya juga sudah mengantisipasi atas dampak kekeringan dengan persedian trek tandon air sejumlah 3 kendaraan untuk daerah yang langganan kekeringan pada 15-45 titik atau desa.
Disinggung adanya kemarau dengan curah hujan yang sedikit karena adanya penggunaan air dalam yang besar besaran. Maksun menjelaskan sebenarnya lebih kepada vegetarian yang berubah. Karena banyak lahan yang beralih ke tanaman produktif dan tidak bisa menampung air. (Jin/red)
Posting Komentar