PONOROGO,SW_ Pemerataan penerima manfaat dari SPPG Patihan Kidul Siman sehingga sebagian sekolan tidak bergabung lagi, ditandai dengan agenda ramah tamah dengan para kepala sekolah penerima manfaat di Istana Lesehan Ponorogo, Kamis (23/4/2026).
Agenda ini sengaja dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian ucapan terimakasih kepada para kepala sekolah penerima manfaat dari SPPG Patihan Kidul Siman yang sudah bekerjasama dengan baik.
Diungkap oleh H Sugeng Hariono sebagai Kepala Yayasan Srikandi Berkah Abadi yang menaungi SPPG Patihan Kidul Siman alasan dikumpulkan perwakilan penerima manfaat ini karena mereka sudah seperti keluarga setiap hari memikirkan menu buat anak anak, saling berkordinasi maka agenda ini menjadi moment yang baik untuk diselenggarakan.
"Biar kita tetap sambung silaturahmi meskipun sudah tidak bergabung lagi. Kita sebenarnya masih mengatur untuk menyantuni anak yatim dan tidak mampu di tahun ajaran baru tapi tiba ada pemerataan, kita sampaikan ke mereka tetap akan kita realisasikan." jelasnya.
Sugeng menambahkan bahwa dapur SPPG ini mengemban amanah pemerintah. Sehingga harapannya bisa melaksanakan real sesuai aturan jangan sampai dikurangi dilaksanakan oleh orang yang tidak profesional
| Para kepala sekolah penerima manfaat dari SPPG Patihan Kidul menerima tali asih ungkapan terimakasih atas kerjasama yang dibina |
"Kita ingin SPPG yang kita kelola ini jadi role model sehingga apa yang diinginkan pemerintah dan diterima oleh masyarakat sesuai memberi manfaat dan kepuasan. Njenengan yang mendidik kita yang mesuport gizinya." ungkapnya dihadapan para penerima manfaat
Sugeng Hariono juga berpesan bila dari layanan SPPG baru yang melayani tidak sesuai standar tidak beres bisa protes dan berani memberi masukan untuk perbaikan.
" Kalau ada yang tidak beres baik menu layanan yang mengecewakan mohon bisa protes memberi masukan bahkan kalau perlu menyampaikan ke media. Harapannya ini masukan yang baik agar mereka berbenah" jelas Sugeng.
Sementara Winda kepala SPPG Patihan Kidul Siman menjelaskan karena adanya penambahan dapur SPPG di wilayah Siman sehingga ada pemerataan.
"Pihak BGN memerintahkan karena ada penambahan dapur harus di bagi rata. Dan yang bertambah di pijeran. Ini dari polres juga ada yang masuk ke Patihan Kidul, Ini bertukar intinya untuk pemerataan" jelasnya.
Dirinya menjelaskan dari 3000 an sekarang jadi 2500 penerimaan manfaat, Dimana untuk wakil dari sekolah penerima manfaat yang dilepas sejumlah 15 sekolah baik jenjang SD maupun TK yang hadir dalam undangan tersebut.
Disinggung banyaknya pujian atau kepuasan dari para penerima manfaat Winda menyampakkan bahwa ada perintah dari yayasan untuk menu yang bagus agar jadi percontohan dan juga penerima manfaat puas.
" Mitra,yayasan,dan kepala SPPG memang mengedepankan sistem kekeluargaan kalau ada masalah kita musyawarah. Kita sepakat untuk kwalitas dan layanan menjadi yang utama dalam ikut mensukseskan program presiden Prabowo ini" terangnya.
Bahkan dari pihak SPPG juga memberikan memberi form isian untuk bisa memberi masuka atau koreksi kalau ada yg tidak suka kurang enak atas menu yang disajikan dari SPPG Patihan Kidul Siman.
Nanik dari TK Muslimat Pijeran salah satu kepala TK penerima manfaat mengaku sangat luas atas layanan MBG dari SPPG Srikandi. Para anak didik juga sangat puas.
"Kita dari guru sangat suka, sangat seneng , anak anak kelihatan menikmati, kita tanya wali murid mereka juga puas menunya beragam dan enak, petugasnya juga ramah" ungkapnya. (Jun/red)
Posting Komentar