Bahkan dalam postingannya warga di grup Facebook info Ngrayun menyebut menu ayam sudah lebih dari 2 minggu. Sehingga menjadikan anak anak penerima manfaat MBG khususnya di SD Ngrayun 3 jadi bosen dan mengeluh minta untuk adanya menu protein yang variatif.
“Apa tidak ada ikan, lele, atau daging sapi? Kebanyakan ayam juga kurang baik untuk kesehatan. Kami hanya menyampaikan keluhan anak-anak,”ungkap salah satu warga.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan lebih luas terkait implementasi program MBG di tingkat daerah. Secara konsep, MBG dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah melalui menu seimbang yang mencakup protein hewani, nabati, sayur, serta buah.
Dikonfirmasi ke Karno Minhajul Raihan selaku mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program di wilayah tersebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.
Publik khususnya penerima manfaat sangat berharap adanya MBG ini bisa memberi menu yang berimbang dan memberi perbaikan gizi faroatif kepada warga sehingga adanya sorotan dinilai adalah suatu masukan yang patut untuk didengarkan dalam rangka suksesi program MBG.
Posting Komentar