Selain jajaran pengurus DPW Jawa Timur, sejumlah anggota DPRD Ponorogo lengkap hadir pada prosesi pelantikan.
Sebagaimana disampaikan oleh Siswandi ketua DPC Ponorogo sejumlah 200 pengurus di 21 kecamatan dengan formasi 30 persen perempuan dan 20 persen berusia dibawah 35 tahun lengkap dalam struktur kepengurusan.
"Dalam mekanisme pengesahan pengurus kecamatan atau PAC yang melantik adalah DPD atau pengurus provinsi. Pengurus Cabang atau DPC hanya mengajukan susunan pengurus dengan kriteria yang diatur pengurus pusat. Jika tidak sesuai akan dipending atau direvisi" ungkapnya
Dirinya sangat berharap dengan susunan kepengurusan yang baru PDI Perjuangan Ponorogo tetep solid untuk menang dalam perolehan suara, juga menang dalam perolehan kursi baik di DPRD Kabupaten, Provinsi dan DPR RI.
Sementara Deni Wicaksono sekretaris DPD PDI Perjuangan mewakili ketua PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan tentang komitmen kerakyatan yang dibangun oleh Partai berlambang kepala banteng ini.
Hal ini ditegaskan dengan susunan pengurus PAC dimana proses regenerasi restrukturisasi harus berjalan.
"Kondisi kedepan jauh lebih berat, karena lebih dari 58 persen pemilih pemuda atau pemula atau gen Z Ini harus di songsong dengan menyusun kepengurusan yang solid dan visioner" Jelasnya.
Arah kebijakan partai dengan memformulasi 20 persen minimal kepengutusan berusia dibawah 35 tahun menjadi bukti bahwa kedepan PDI Perjuangan siap menempatkan generasi muda tidak hanya jadikan obyek tapi diberi tanggungjawab bersama senior.
Keberadaan PDI Perjuangan di Ponorogo khususnya saat sekarang disebut Deni harus jadi motifasi Banteng Ponorogo tidak boleh lemes.
"Kondisi memang mendung tapi tidak berarti hujan kadang juga hanya gemuruh, PDI Perjuangan Ponorogo terus berjuang hadir bersama" tegasnya membakar semangat peserta untuk tidak patah semangat, menyusun strategi yg lebih baik maksimal.
Disisi lain Deni menjabarkan keberadaan elektoral di Ponorogo paling pragmatis, karena habisnya paling besar di Ponorogo. Baik pada pileg juga pilkada.
'Ini menjadi keprihatinan bersama. Politik uang hal yang memporak porandakan tatanan demokrasi Ini PR bersama. ini fakta memprihatinkan. Bagaimana Rakyat punya harapan jika tingkat keterpilihan berdasarkan hanya jumlah uang." tegasnya.
Deni menyebut meskipun realitas demikian tetapi dengan kerja keras, banyak masyarakat masih punya hati nurani, khususnya pemilih pemula.
Posting Komentar