Agenda ini berlangsung di kantor balai desa Ngrupit Jenangan,Jumat (15/5/2026).Acara ini diikuti oleh para korban ETLE yang mayoritas warga lokal, perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas, Polsek Jenangan dan pihak lantas Polres Ponorogo yang diwakili Aipda Fuad dari unit Kamsel Satlantas Polres Ponorogo bersama Aipda Mega.
"Banyak warga yang kaget tiba tiba dapat surat cinta dari polres Ponorogo, ternyata kena foto tidak pakai helm." ungkap Endar salah satu Warga Ngrupit
Dirinya menyebut setiap mereka yang dapat surat dan ada fotonya pelanggaran selalu mencari lokasi dimana foto tersebut diambil.
" Mereka selalu menghubungkan dengan CCTV atas pengambilan foto tersebut. Hingga santer beredar info tentang 8 titik yang dipasangi CCTV oleh polres untuk ETLE" jelasnya.
Ada lagi yang menghembuskan isu ada kerjasama dari pihak pemilik CCTV di rumah warga yang terhubung dengan polres Ponorogo,
Isu lainnya menyebut bahwa ada alias warga Ngrupit sendiri yang memfoto dengan alasan dari foto juga pengambilan gambar dilakukan tidak hanya siang hari tapi juga malam hari. Hal ini cukup beralasan karena selama ini tidak pernah terlihat polisi yang berseragam maupun mobil polisi dengan identitas dan warna mencolok
Aneh sebagian besar foto terambil dari belakang, dan semua sepeda motor dengan foto warga pakai celana pendek daster , kaos, sandal jepit , membawa anak kecil didepan, membawa rumput pakan ternak yang menandakan mereka beraktifitas di sekitar saja.
" Saya sebenarnya kecewa kok di foto dari belakang. Kan kalau dari depan bisa bergaya Padahal nomor motor saya bagian depan juga saya pasang" selonoh warga lain.
Beredar di grup lingkungan juga atas klarifikasi dari pihak pemasang CCTV bahwa sebagian yang terpasang adalah CCTV mereka untuk sisanya tidak tahu. Sehingga ada anggapan lain bahwa sebagian CCTV memang dipasang oleh polres Ponorogo.
Akhirnya semua misteri ini terpecahkan setelah dapat sosialisasi dari lantas Polres Ponorogo.
Ternyata yang memfoto dipastikan adalah orang dalam, anggota, alias polisi. Sedangkan mengenai tidak ditemui oleh seluruh warga orang yang berseragam dan mangkal. Hal tersebut akan menjadi masukan bagi polres Ponorogo untuk evaluasi.
Aipda Fuad dari unit Kamsel Satlantas Polres Ponorogo bersama Aipda Mega yang hadir mewakili Polres menjelaskan bahwa tidak ada pihak lain yang diajak kerjasama untuk program ETLE itu menggunakan HP khusus dan keahlian khusus.
" Karena ini aturan dan dalam penerapan mohon untuk para warga menggunakan helm dalam berkendara" jelasnya.
Sedangkan pada seringnya operasi di daerah Ngrupit Jenangan dengan korban puluhan serta tidak di jumpai adanya petugas yang tanpa identitas seragam, mereka mengaku akan berkorinasi lagi dengan Polres Ponorogo.
Posting Komentar