Salah satunya datang dari Agus Zamroni yang mengampu SPPG Nailan Slahung Ponorogo.
Dirinya menyayangkan banyak kelemahan dari suspend yang dilakukan oleh BGN atas dasar laporan berjenjang dari kepala SPPG sampai ke korwil.
Bahkan Agus Zamroni menilai BGN seperti ahli Nujum yang meramal menduga duga adanya IPAL yang tidak memenuhi syarat hingga jadi sebab di suspend.
Dirinya menyatakan jika alasan suspen adalah IPAL harusnya disertai data sejauh apa keparahan pencemaran maupun kesalahan proses limbah yang diolah dan dianggap masalah.
"Tidak ada hasil lab resmi, data akurat yang jadi dasar suspend misalnya bahwa limbah air kita beracun, Ph tidak sesuai, bakteri berbahaya pencemaran bagi lingkungan dan lainnya sebagai indikator bahwa pengolahan limbahnya perlu di perbaiki.
Hal ini menjadi masukan sekaligus kritik keras dari Agus Zamroni, tidak lepas dari latar belakang maupun rekam jejak dirinya yang telah lama berkecimpung dalam dunia alat pengolahan limbah maupun mesin mesin lainnya.
Agus Zamroni yang sudah melakukan pembenahan dan pemasangan alat IPAL baru dan dilakukan survey oleh tim dari BGN juga menyayangkan tim mereka tidak menyertakan ahli yang berkompeten. Misalnya dari dinas kesehatan maupun Lingkungan Hidup yang merupakan instrumen negara untuk menyatakan bahwa pengolahan limbah sudah sesuai.
"Kenapa satgas MBG daerah tidak dilibatkan baik dari dinas kesehatan maupun lingkungan hidup, padahal mereka yang mengeluarkan sertifikat SLHS yang didalamnya ada instrumen pengolaban limbah dan wajib bertanggungjawab atas kinerjanya." tanyanya.
Disisi lain Agus Zamroni sangat mendukung terhadap suspend bahkan pencabutan atas izin SPPG yang nakal sembrono mencemari lingkungan untuk di TMS
" Dapur MBG yang nakal kalau tidak bisa di bina ya dibinasakan " ungkapnya.
Dirinya berharap meskipun banyak kader muda dalam manajemen BGN dan masih minum pengalaman tapi bekerja secara profesional, dengan hati hati dan berkordinasi dengan semua pihak.
Agus memastikan akan mengawal proses mencabut suspend dari BGN atas SPPG Nailan Slahung dengan harapan cepat dibuka kembali dan semua untuk kepentingan penerima manfaat suplayer dan para relawan untuk bekerja secara maksimal demi kemaslahatan bangsa.
Posting Komentar