Secara langsung dirinya mengkritisi reyog Disbudpar Jawa Timur yang terlibat kompetisi.
Beberapa informasi sumir pun menyertai adanya partisipasi grup reyog denga sokongan penuh daerah dan dibawah pembinaan Gubenue Jawa Timur ini
Terlebih dalam media sosial reyog Kyai Lodra Disbudpar Jatim jelas tersebut slogan wani tandang kudu menang, dan ternyata juga reyog ini dibawah pembinaan Khofifah Indar Parawangsa Gubenur Jawa Timur.
Jika ini disebut festival dengan adanya hasil urutan penampilan terbaik Sugeng mengasumsikan adanya kompetisi antara anggaran daerah ( APBD) melawan anggaran berbasis iuran atau gotong royong warga.
Hal ini berdasar dari kenyataan di lapangan untuk reyog dari sekolah maupun reyog perwakilan kecamatan berasal dari dana urunan atau gotong royong, dengan mengumpulkan dana dari donatur untuk bisa tampil di panggung festival.
Terutama reyog sekolah merupakan partisipasi dari iuran wali murid melalui dana komite yang berangkat karena semangat dan berjibaku dengan keterbatasan anggaran.
" Ini sama juga dengan mempertandingkan antara reyog yang dibiayai uang negara melawan reyog yang tampil karena gotong royong atau swadaya, sangat tidak seimbang" jelas Sugeng yang juga merupakan pengurus komite sekolah
Dirinya menyebut bahwa harus ada regulasi yng jelas agar adanya kompetisi bisa berjalan seimbang dan sehat.
" Harus ada pengaturan lagi adanya teknis kepesertaan festival sehingga bisa berjalan fair dan tidak memberatkan satu pihak, disisi lain ada kelompok yang hanya ikut dari uang negara"harapnya.
Hal lain yang dikritik oleh Sugeng adalah netralitas dari dewan juri. Mereka ditengarai diundang oleh dinas Kebudayaan dan pariwisata sebelum adanya festival yang jelas hal tersebut melanggar dan indikasi tidak netral.
Dirinya berharap kepasa pihak terkait untuk investigasi mendalam atas kejadian tersebut, kalau benar kedepan juri juri yang melanggar tersebut harus di blacklist
Bahkan secara nyata Sugeng akan mengkonsolidasikan dari reyog yang tampil karena urunan atau gotong royong daei warga untuk memboikot jika tidak ada kejelasan terhadap regulasi yang tidak jelas serta adanya investigasi yang mendalam terhadap asanya netralitas dewan juri.
Sugeng berharap semangat dari pelestarian reyog di festival bisa dihargai dan dihormati secara bersama dan berimbang dengan menekan pada nilai nilai etika yang dijunjung tinggi. (team/red)
Posting Komentar